Si Tangan Kiri, Pengganti Tangan Kanan yang Buntung


Tangan Palsu

Sudah lama tidak penah menuangkan isi pikiran ke dalam tulisan, kelu tangan ini rasanya, meskipun hampir setiap hari juga mengetik soal kerjaan di kantor.

Judulnya pun belum terfikirkan, tapi kontennya sudah sangat menyebar di otak, mengantri untuk dituangkan dalam ketukan tuts-tuts keyboard.

Masalah politik yang menyebar masif akhir-akhir ini menggelitik naluri dan logika saya untuk mengadunya dengan prinsip yang saya pegang dalam konteks hablumminannas & hablumminallah.

Entah dari mana saya harus memulainya, semua kata-kata berkerumun di benak saya minta untuk dikeluarkan satu per satu.

Saya Muslim, namun awam terhadap agama, awam dibandingkan dengan ulama-ulama di sana, ulama di dalam ponpes, ulama di medsos, ulama di pemerintahan, ulama di televisi dan semua sebutan ulama-ulama yang mahfum disematkan kepada siapapun yang pantas disebut oleh siapapun. Namun apa yang saya tahu tentang sejelas-jelasnya perintah Tuhan adalah mengenai rukun Iman & rukun Islam. Al-Qur’an bagi saya adalah kitab maha mewah yang sampai kapanpun mungkin takkan penah sanggup untuk saya pahami seluruhnya dengan golongan otak berkasta sudra ini, meskipun dengan membaca bermacam-macam tafsir dengan dibantu ratusan ribu hadits beserta sejarahnya, biarlah Dia saja yang mengetahui sesungguhnya tafsir dan maksud dari apa yang ditulis-Nya dalam kitab maha dahsyat tersebut.

Baca entri selengkapnya »

Menyusuri Pantai Selatan Pacitan


pohon kelapa pacitan

Pohon Kelapa di Pesisir Pacitan

Saking lamanya saya tidak pernah menulis, jadi lupa harus mulai dari mana. Judulnya sih jelas, tapi ceritanya tak sejelas judulnya (alias GJ :D).

Dimulai dari planning yang sudah dirancang jauh-jauh hari, yaitu sebulan sebelumnya. Layaknya akan melakukan perjalanan agung, rencana yang dibuatpun menjadi berlapis-lapis (plan a, plan b, plan c, dst), dengan harapan; apapun yang terjadi, tetap harus bisa berangkat, bagaimanapun caranya (lebay bin PD mode on). Efek dari didikan di tempat kerja, harus bisa buat berbagai plan, supaya sistem bisa terus berjalan, no matter what happen, hehe…

Dari semua plan yang ada, tidak ada yang keluar dari aturan : “budget mini tapi hasil maksi, semuanya bisa menikmati, selamat, aman & nyaman”. Sudah cukup membahas tentang planing, sebeneranya sih acaranya simple. Yang bikin ribet adalah kisah yang mengawalinya.

Pertama. Pekerjaan kami dibidang jasa keamanan, menuntut setiap staf harus selalu standby 24 jam sehari, 7 hari seminggu, nonstop, dimanapun berada. Jadi ketika ada planing untuk rekreasi yang memakan waktu lebih dari 1 hari, maka itu menjadi tantangan dan kekhawatiran tersendiri. Untungnya, ada orang-orang yang mau, bersedia, rela dan ikhlas untuk standby mengawasi lapangan selama 24 penuh selama kami pergi (kejamnya, memang terlihat kejam, tapi mereka tidak ikut karena permintaan mereka sendiri, kenapa? Bokek katanya, haha…). Alhamdulillah, Allah selalu kasih jalan.

Baca entri selengkapnya »

Menyusuri Pantai Malang Selatan (Goa Cina & Bajul Mati)


jembatan pantai bajul mati

Jembatan Bajul Mati, Malang Selatan

Pantai, adalah salah satu tujuan wisata favorit banyak orang, termasuk saya. Tapi tidak banyak orang yang rela datang jauh-jauh, menempuh jarak ratusan kilometer, melelahkan dan berliku, hanya untuk melihat dengan mata kepala sendiri betapa luar biasa indahnya pantai-pantai tersebut. Memang, pengalaman & kesenangan butuh pengorbanan, termasuk untuk urusan berwisata, apapun itu,  dan apakah itu sepadan? Pengalaman saya berikut mungkin bisa sedikit menjawabnya.

Pantai Malang selatan, itu bukan nama pantai, tapi nama suatu kawasan, masih di wilayah Malang, pesisir. Di sana terdapat barisan pantai-pantai, ya iayalah, namanya juga kawasan pesisir. Dan karena pantai itu aksesnya langsung ke laut samudera Hindia, maka dapat dipastikan ombaknya ganas-ganas.

Sabtu, 23 Maret 2013, berbekal 1 tekad, 1 visi & misi, 1 niat & tujuan, bersama teman-teman, kami yang berdomisili di Surabaya kota, berangkatlah menuju Malang menggunakan mobil minibus. Berangkat jam 7 pagi (rencananya jam 5, habis subuhan, tapi dasar kupret, bangun telat gara-gara begadang, haha.. :D) dari Surabaya, sampai di sana jam 12 siang teng. Perjalanan 5 jam, sudah termasuk sarapan di jalan & tidur sampek puas di mobil.

Baca entri selengkapnya »

Tubing Kali Suci & Air Terjun Sri Gethuk (Part 2 of 2)


tubing kalisuci

Sungai Kalisuci

Memasuki waktu subuh, sayup-sayup terdengar adzan, masih dengan setengah sadar, “Alhamdulillah, masih bisa denger suara adzan, meskipun nginep di hotel daerah “merah”.. Nggak kayak di Bali, beneran 24 jam nggak bisa denger adzan” (gubraaaak,, padahal itu masih setengah sadar loh !!!).

Yeah, wellcome back, memasuki hari ke-2, Sabtu, 13 Oktober 2012, kisahpun berlanjut (lanjutan postingan Jogja & Segala Pesonanya – Part 1 of 2).

Tau nggak, suara lain apa yang terdengar selain suara adzan? Apalagi kalau bukan suara mendengkur, bukan dari partner tidur (alhamdulillah, kaum hawa nggak ada yang “ngorok”), tapi dari suara kamar sebelah, kaum adam, para booosss… (set dah.. T_T”).

Oke, kita lewati bagian bangun tidur hingga sarapan dan siap-siap berangkat. Jam sudah menunjukkan pukul 8.30, dan kita baru mulai meluncur ke lokasi, tujuan wisata, tapi sebelumnya, cari sarapan dulu ya, nasi gudeg, hehe.. ajiiibbb… Harusnya, menurut jadwal yang sudah ditetapkan sidang isbat kemarin, hari ini kita sudah harus meluncur ke lokasi maksimal jam 7 pagi, tapi apa dikata, gara-gara kaum adam baru pulang ke hotel sekitar jam 1.30 pagi, alhasil bangunnya pun pada molor, sungguh terlalu.. (kau yang berjanji, kau yang memungkiri,, halah.. malah ndangdutan, ckckckckc…).

Baca entri selengkapnya »

Jogja & Segala Pesonanya (Part 1 Of 2)


malioboro

Jalan Malioboro, Jogja

Jogja oh Jogja, pesonamu ternyata memang luar biasa. Kali ini edisi travelling akan diisi mengenai eksotisme kota Jogja, selamat membaca..

Jum’at, 12 Oktober 2012, hari yang dinantipun tiba (padahal gak usah dinanti, juga pasti bakalan nyampek tuh hari, cuman masalahnya yang menunggu masih hidup apa nggak,, jreng jreeenggg..  T_T”). Hari itu, bukan tanggal merah, juga bukan hari cuti bersama, alias masih hari kerja, jadwal keberangkatan ke sana pun, juga masih dalam jam kerja, (nah loh… mangkir kerja nih ceritanya??). Oke, masalah kantor cukup dibahas sampai disini saja (haha,, takut ketahuan ya konspirasinya.. ).

Kembali ke masa 1 minggu lalu. Kenapa? Karena hanya dalam 1 minggu kita membuat perencanaan untuk perjalanan “musafir” ini (musafir?? Iya, musafir backpacker maksudnya, hehe.. :D). 1 minggu adalah waktu yang sangat singkat bagi karyawan super sibuk seperti saya (belagu’ luh..!!!), eh iya, suwerrrr… bekerja di perusahaan swasta dengan waktu kerja 5-6 hari seminggu dengan jadwal yang super padet, masih harus sempat ngurusin soal tujuan wisata, cari & booking hotel, pesen tiket pergi, rencana pulang mau naik apa, menu makan, beli oleh-oleh dan sewa mobil, hingga biaya overhead & limitation cost (2 istilah terakhir gak usah dipikir, bahasanya terlalu marketing, saya aja nggak mudeng-mudeng kok..). Semuanya dilakukan disela-sela waktu kerja, yang ternyata sangat “diridhoi” oleh si bos, ya secara, dia yang paling punya niat besar buat pergi. Alhasil, rencana yang bagaikan 2 sisi mata uang itu (1 sisi gosong, 1 sisi setengah matang) pun harus juga dilaksanakan pada saat tanggal mainnya. We’ll see, what’s happen next

Baca entri selengkapnya »

Cara Mengatasi Permasalahan Dalam Hidup


cara mengatasi masalah

Solusi

Dalam setiap kehidupan manusia, tak pernah lepas dari yang namanya masalah (seperti postingan saya sebelumnya, tentang “setiap makhluk pasti mempunyai masalahnya sendiri“). Bukan hanya manusia saja sebenarnya, tapi seluruh makhluk hidup di alam semesta ini, mereka semua diciptakan 1 paket bersama permasalahan dalam hidupnya beserta solusinya. Yang jadi masalah adalah, tidak semua dari kita mampu menemukan solusi yang tepat untuk setiap permasalahan yang mendera hidup kita. Padahal solusi itu tak jauh-jauh dari kita, ia sebenarnya ada di dalam diri kita sendiri. Memang sulit, tapi patut dicoba, sebab hasilnya sungguh memuaskan, ia akan memberikan semua solusi tentang permasalahan yang mendera kita dan jawaban atas pertanyaan yang mengganggu hati dan pikiran.

Adapun langkah-langkah yang bisa kita jalankan dalam mengatasi masalah yang tengah dihadapi di antaranya adalah :

  1. Evaluasi diri sendiri.

Masalah yang terjadi sebenarnya bersumber dari diri sendiri. Jangan terbiasa menyalahkan orang lain atas masalah yang menimpa diri sendiri. Tanyakan pada diri, apa yang telah diperbuat atau kesalahan (dosa) apa yang dilakukan sehingga kejadian buruk menimpa kita. Dengan begitu, setiap orang akan termotivasi memperbaiki kekurangan yang ada dalam dirinya. Apabila belum diketemukan, bertaubatlah dan minta ampunlah kepada Allah, Allah-lah yang aka membimbing kita menemukan apa yang kita cari tersebut. Tapi lakukan taubat yang sungguh-sungguh (taubatan nasuha) dan meminta ampun yang sungguh-sungguh pula, sembari menyematkan rasa penyesalan dalam hati dan berjanji tidak akan melakukan dosa/kesalahan yang sama lagi.

Baca entri selengkapnya »

Apa Sebenarnya yang Kita Butuhkan Dalam Hidup


life is

What Do We Really Need In Life ???

Yap, judulnya memang klise banget, tapi bukankah memang pertanyaan ini sering berseliweran di pikiran kita? Atau bahkan malah tidak kepikiran sama sekali?? Atau mungkin pertanyaan lainnya..

Karena apa yang kita butuhkan tidak kita miliki, jadilah masalah dalam hidup kita. Atau masalah justru ada, karena kita memiliki banyak kebutuhan, banyak keinginan alias banyak maunya. Masalah jadi teman karib dalam kehidupan kita.

Apa yang kita butuhkan memang sesuai dengan tingkat kesulitan hidup kita, identik dengan hajat bahkan. Bagi yang tidak punya rumah (alias masih ngontrak / numpang dimanapun itu), yang dibutuhkan memanglah rumah (rumah sendiri tentunya, dan permanen). Bagi yang sedang sakit, yang dibutuhkan adalah kesehatan. Dan bagi yang bermasalah, tentu saja jalan keluar / solusilah yang dibutuhkannya. Serta berbagai kebutuhan lainnya. Belum terwujud satu hal, sudah ada hal lain yang menunggu untuk diwujudkan (namanya juga manusia, gudangnya kebutuhan & keinginan). Dan semua kebutuhan serta keinginan itu, mayoritas pastilah bermuara kepada uang (uang memang bukan segalanya, tapi segalanya hampir pasti membutuhkan uang), klasik memang, tapi begitulah adanya.

Baca entri selengkapnya »

%d blogger menyukai ini: