Hati-Hati Terhadap Info Lowongan Kerja


penipuan

Awas Penipuan !!!

Masih berhubungan dengan postingan yang lalu (Link Situs Penyedia Lowongan Pekerjaan), bisa dilihat bahwa situs-situs tersebut diambil dan tersedia secara bebas dari berbagai sumber di internet, sehingga potensi adanya penipuan/informasi yang menyesatkan sangatlah besar. Oleh karena itu, diperlukan ekstra kehati-hatian dan ketelitian dalam mengecek dan menelusuri kebenaran dari informasi tersebut (kayak detektif aja lu :D). Memang akan membutuhkan lebih banyak waktu berinternet untuk mengecek kabsahan informasi tersebut. Anda bisa cek di berbagai mesin pencari, nanti infonya bisa datang dari bermacam-macam situs, baik forum, blog, milis, dsb. Kalau memang lowongan tersebut berbau penipuan, kemungkinan besar akan ramai dibicarakan di beberapa forum/milis.

Berikut adalah beberapa langkah antisipasi yang perlu diambil sebelum anda memutuskan untuk mengirim lamaran ke perusahaan tersebut :

1. Cek nama perusahaan, alamat beserta bidang usahanya.

Apakah sama dengan yang dipasang di iklan loker. Syukur-syukur kalau perusahaan tersebut punya website sendiri, jadi kita bisa lihat lebih banyak mengenai profil perusahaan, dan tentu saja hal ini lebih memantapkan hati kita bahwa perusahaan tersebut benar-benar ada dan memang sedang membuka loker.

Pastikan juga bahwa nama dan alamat perusahaan memang benar-benar sama, sebab bisa saja perusahaan lain memiliki nama dan alamat perusahaan yang hampir sama, bisa-bisa anda salah kirim lamaran (nah loh… @_@”).

Baca entri selengkapnya »

Andaikan Presidenku Adalah …


president

The President

Entah harus memulai dari mana untuk menulis postingan ini, pikiran saya penuh dengan hal-hal yang berbau politik serta anggapan skeptis mengenai segala permasalahan di negeri ini. Ini kesekian kalinya saya menulis mengenai keprihatinan saya akan tumbuh kembang negara saat ini. Saya bukan ahli politik, juga bukan mahasiswa jurusan ilmu sosial dan politik, tidak tertarik akan politik sama sekali bahkan bisa dibilang saya benci politik dan saya sebenarnya tidak suka membicarakan mengenai politik. Tapi entahlah, setiap kali saya menyalakan tv, berita politik beserta segudang anak turunannya selalu menghiasi layar kaca, dan saya selalu kebagian melihatnya, padahal tak ada niatan sama sekali untuk menyimak acara tersebut. Begitupun mengenai media massa dan internet, semuanya membahas hal yang sama. Terus menerus begitu selama beberapa hari, sampai-sampai di kepala saya berputar-putar kata-kata mengenai politik yang tiada habisnya, padahal saya sendiri punya masalah pribadi yang tak kalah bikin pusingnya.

Kenapa saya ikut pusing dengan masalah ini? Bukan karena sok-sok-an mau ikutan sebagai pemula dalam kancah politik (meskipun sebagai komentator amatir belaka). Toh juga tak banyak hal yang pernah saya lakukan untuk memajukan/menjadikan negeri ini lebih baik. Saya juga bukan warga negara yang terlalu taat hukum. Saya juga tak ikut andil dalam melestarikan kebudayaan negeri ini. Bahkan banyak hal yang masuk kategori “sikap patriotisme” yang tidak saya lakukan. Intinya, saya mungkin bukanlah seorang warga negara Indonesia yang baik. Lalu kenapa? Karena saya cinta negeri ini, saya hidup disini, dan saya berharap agar suatu saat nanti negeri ini bisa mencapai taraf kehidupan yang lebih baik dari segala sisi. Entah itu aturan hukumnya, para pejabat/penguasa negara, para penegak hukum, aparatur negara, pengusahanya, hingga rakyat biasa, dan semuanya bisa benar-benar hidup dalam kemakmuran dan kenyamanan, adil sentosa dalam kebersamaan. Bukankah hidup indah jika demikian ??? (bengong sampek ngiler, ckckckck…).

Baca entri selengkapnya »

Mudahnya Rakyat Bangsa Ini Diprovokasi


provokasi

Provokasi ft. Provokator

Bismillah,,, padahal tidak ada maksud buat postingan, tapi apa yang terjadi pagi buta dini hari tadi, memberikan saya ide (ahaaaa,, ting ;)). Temanya kali ini tentang kebangsaan, nggak jauh-jauh dari tanggal 1 Juni kemarin, yang bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila (yang katanya kini udah agak nggak sakti lagi L).

Jadi begini, alkisah di suatu pagi buta, saat enak-enaknya mimpi, serasa saya dibawa paksa keluar dari jamban mimpi, lantaran mendengar suara gaduh orang lagi berantem. Rasanya tuh orang teriak-teriak pas di kuping saya (kenapa nggak di kupingnya pak RT aja?? Soalnya rumah pak RT jauh dari TKP :P). Alhasil, mata ini langsung membelalak, kirain udah jam 6-an, dan saya kaget bukan lantaran karena suaranya yang lantang, tapi saya takut kelewat subuhan (ow, aku terkejuuuttt,,!!! nggak ekspresif sama sekali, ckckckck…), karena biasanya bapak bangunin saya sebelum adzan subuh. Apa iya seisi rumah pada kesiangan? Pada kagak denger adzan? Pada kesumpel kaki setan semua kupingnya? Soalnya kalo kesiangan, biasanya udah nggak denger apa-apa lagi (maksudnya nggak denger pengajian subuh di mushola, ato puji-pujian, ato suara wiritan sehabis sholat jamaah). Wah-wah, gaswat nih (pikir saya), sungguh terlalu (-_-“). Tapi setelah 5 menit terbangun, tuh orang-orangnya yang sebelumnya pada rame sendiri, tiba-tiba diem, dan sesaat setelahnya, terdengarlah bunyi qiro’ah subuh dari mushola sebelah. Alhamdulillah, ternyata nggak kelewat subuh, untungnya nggak buru-buru nyiram bokap sama air segayung (kayak berani aja, ckckckckc…), gara-gara  dia kesiangan jadinya seisi rumah pada kesiangan juga semuanya.

Baca entri selengkapnya »

Jadilah Penulis yang Baik


penulis

Penulis

Dalam kehidupan ini, Tuhan selalu menciptakan setiap hal dengan berpasang-pasangan, begitu juga mengenai pemikiran, selalu ada pihak yang pro dan kontra. Bukan mengenai politik yang akan saya bahas kali ini, ataupun isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan di tv belakangan ini. Tapi ini lebih ke umumnya, dimana segala sesuatunya dapat bernilai benar /pun salah sesuai dengan sudut pandang yang digunakan oleh sang subjek.

Tindakan seseorang bisa dianggap benar sekaligus salah oleh orang lain. Masing-masing punya argumen sendiri dalam mempertahankan pendapat dan keyakinannya atas suatu hal. Contoh mudahnya adalah seperti yang sering kita temui dalam acara debat di tv, tawuran antara 2 pihak, cekcok kecil disekitar kita, hingga yang mengakibatkan perselisihan serius. Semuanya tak lepas dari yang namanya pro dan kontra.

Apakah salah jika kita mempertahankan pendapat dan keyakinan kita? Bukankah menyampaikan fakta dan kebenaran adalah kewajiban kita? Bagaimanapun caranya, apapun medianya, kapanpun waktunya dan dimanapun keberadaannya, memang tidak salah, tapi bila mengungkapkan realita tanpa fakta (bukti konkrit), bisa berakibat sangat fatal. Itu bisa dianggap fitnah, pencemaran nama baik, dan dapat dijerat dengan hukum pidana.

Baca entri selengkapnya »

Kualitas Tayangan Televisi Jaman Sekarang


Kali ini judul postingan saya rasanya agak berbau sindiran, tapi untungnya bukan anarkis. Akhir-akhir ini saya agak sensi, bukan karena lagi kangker (kantong kering) ato dikejar-kejar penagih utang, ato lagi diusilin temen-temen ato sedang datang bulan, apalagi datang matahari (waks,, apa’an tuh??), tapi karena pas lagi suntuk dan pengen rileks dengan menikmati acara tv, malah nggak ada acara yang oke. Ckckcckckck,, waktu luang saya hampir berakhir dengan mengenaskan. Untung saja ada film hasil downlod-an, hehe… selamatlah daku.. 😀

Saya angkat tema ini berangkat dari keprihatinan saya menyaksikan acara tv lokal yang saat ini semakin hari semakin tidak bermutu, tidak mendidik dan tidak menghibur. Tak jarang banyak orang berbondong-bondong berlangganan tv kabel, karena memang acara siaran tv luar negeri jauh lebih berbobot dan keren, sangat kontras jika dibandingkan dengan acara tv lokal. Memang tidak semua acara di tv lokal tidak bermutu, ada juga yang bermanfaat, namun kebanyakan ya begitulah, gak jelas.. (GJ :P).

Baca entri selengkapnya »

Budaya Pembajakan Software


Saya nggak tau harus mulai nulis dari mana, dari judulnya sih memang sudah jelas bakalan membahas apa. Tapi awal mulanya, saya terfikirkan dari laptop saya sendiri, gadget yang satu ini telah menemani keseharian hidup saya selama kurang lebih 4,5 tahun ini, termasuk menulis hampir semua postingan pada blog ini. Tidak ada yang spesial dari laptop saya, sama seperti punya orang kebanyakan, cuman agak jadul sih.. :D. Tapi, kalo laptop jaman sekarang, waktu belinya lebih banyak bundling dengan OS asli, entah itu edisi home atau starter, ya lumayanlah, masih ada komponen software ori yang terinstal. Sedangkan laptop jadul saya, 99% terinstal software bajakan, sedangkan hanya 1% saja yang ori, yaitu freeware, hehe…

Menurut sejarahnya, Hak Cipta Kekayaan Intelektual (HAKI) pertama kali disahkan pada tahun 1981 oleh Mahkamah Agung Amerika setelah kasus Diamond Vs Diehr bergulir. Sedangkan dalam undang-undang di Indonesia sendiri, terdapat aturan yang mengaturnya yaitu Undang-undang nomor 19 tahun 2002 Tentang Hak Cipta, namun dalam penegakannya hanya terbatas pada pemakaian komputer dilingkungan publik, tidak mengena pada pemakaian komputer dilingkungan pribadi (personal computer).

Baca entri selengkapnya »

Diagram Alur Korupsi Berjamaah Di Lingkungan Pemerintahan


Bismillah hirrohman nirrohiiim… Tarik nafas panjang dan dalam, hembuskan perlahan lalu mulai senam peregangannya membaca… 😀

Melihat dari judulnya, postingan ini masih berhubungan erat dengan artikel sebelumnya yang berjudul Pemerintahan & Korupsi Berjamaah. Kalau saya baca lagi itu postingan, rasanya masih ada sesuatu yang kurang, yaitu penjelasan bagaimana awalnya korupsi itu dilakukan, mulai dari skenarionya hingga uang bisa berada di tangan.

Ini bukan sesuatu yang mengada-ada atau bersifat memfitnah, juga bukan berusaha untuk menjatuhkan pihak/golongan tertentu. Mungkin akan terkesan mengorek atau bahkan membeberkan suatu keburukan, mungkin juga akan ada yang menilai saya terlalu lebay dan agak “kolot” dengan hal semacam ini, tapi inilah apa adanya, fakta yang terjadi disekitar kita. Kemungkaran yang telah dilakukan bersama selama berpuluh-puluh tahun di depan mata kita, sudah saatnya masyarakat tahu, kemana uang yang mereka setorkan (pajak) dipergunakan oleh para pengelolanya alias pemerintah. Kemana uang itu bermuara, dan seberapa baik mereka mempergunakan jabatan dan kekuasaan yang diamanahkan kepada mereka.

Dulu, saya sering mendengar kabar miring seputar korupsi di lingkungan pemerintahan, karena waktu itu saya masih lugu (hiaaaaaa,, gubraaaaak,,, lugu dari hongkong ???), maka kabar burung itu cuman masuk ditelinga kanan dan keluar ditelinga kiri. Pikir saya, “Ah, masak iya mereka begitu? Kalaupun iya, pasti itu cuman kelakukan segelintir orang aja. Kan biasa, kalo yang buruk-buruk, walaupun sedikit, tapi cepat menyebar dan menjadi cap jelek untuk semuanya, alias dipukul rata. Pasti masih ada orang-orang baik yang masih bekerja dengan hati nurainya.” Atau dengan kata lain, tidak semua orang di pemerintahan adalah koruptor, masih ada orang baik di sana walaupun cuman sedikit. Alhasil, hingga akhirnya pengalaman membenturkan saya dengan kenyataan yang selama ini saya anggap sebagai kabar burung belaka.

Baca entri selengkapnya »

%d blogger menyukai ini: