Pindah Rumah

Terima kasih buat teman-teman blogger yang masih setia mengunjungi blog saya hingga detik ini. Terhitung mulai tanggal 23 Februari 2011 kemarin, blog saya pindah rumah ke alamat yang baru di http://akzir.com. Namanya memang identik dengan nama blog ini, tapi bedanya sudah tidak ada embel-embel wordpress-nya lagi, toh meskipun di rumah yang baru saya tetap menggunakan CMS wordpress.

Senang rasanya dimana akhirnya saya bisa punya nama domain sendiri dan hosting sendiri pula (meskipun gratisan :D ). Tapi dalam proses migrasi yang terhitung singkat ini (cuman sehari dengan bantuan sakti seorang teman :D ), banyak pelajaran baru yang bisa saya petik dari dunia internet. Rumah baru ini memiliki tampilan yang lebih ok, lebih fresh, lebih kompleks dan yang jelas bisa bikin anda-anda ngiler, hehe… (salah satu tujuannya untuk “ngece;) ))

Di situs baru, saya akan beberkan kelebihan dan kekurangan antara blog wordpress.com (menggunakan name.wordpress.com) dengan wordpress.org (dimana pakai nama domain dan hosting sendiri).

Kalau ada yang nampilin link blog lama saya di blog roll anda, tolong segera diganti dengan yang baru ya (http://akzir.com). Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semangattttt….

Mendidik Anak Dengan Kisah Teladan

Ehem-ehem, kali ini saya posting yang agak nyeleneh, masalah anak, hehe.. padahal belom punya anak. Tapi setiap orang pasti pernah jadi anak toh. Lagian juga, banyak temen-temen seperjuangan yang udah pada merit dan sebentar lagi pada ngelahirin alias punya anak. Ya itung-itung ikut belajar juga, buat persiapan (persiapan mau ke hongkong?? nikah aja belom, ckckcckckck…), gak ada salahnya…

Oke-oke, berikut adalah postingan ke-19 (kok diitung mulu’ sih dari awal? Kenapa coba? Tanya kenapa… :P ) untuk kategori Plagiat Syi’ar.


Kisah, keterkaiatannya dengan pendidikan anak, memiliki peran yang sangat penting, lantaran kisah juga merupakan salah satu metode pengajaran. Dalam Al-Qur`an, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengajarkan berbagai kisah dari umat-umat terdahulu. Sehingga secara langsung bisa dipahami, bahwa Islam memberikan perhatian yang besar terhadap masalah ini, yaitu dengan menyebutkan kisah-kisah yang mendidik dan bermanfaat sebagai metode dalam menyampaikan pengajaran. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mencontohkan kisah tentang Luqman Al-Hakim yang memberi wasiat kepada anaknya dengan wasiat yang sangat penting dan berharga.


Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yangsungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu …” [Q.S An-Nisa/4:164].


Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur`an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman“. [Yusuf/12:111].

Baca entri selengkapnya »

Rejeki Tak Selalu Materi

Sudah agak lama rupanya saya tidak posting di kategori Plagiat Syi’ar, kali ini sang ustadz memberikan postingan baru lewat tausiyahnya. Berikut adalah postingan ke-18, semoga tetap istiqomah, bermanfaat dan menjadi asbab turunnya berkah dan hidayah, bismillah…


Di dalam Lisan al ‘Arab, Ibnu al Manzhur rahimahullah menjelaskan, ar rizqu, adalah sebuah kata yang sudah dimengerti maknanya, dan terdiri dari dua macam. Pertama, yang bersifat zhahirah (nampak terlihat), semisal bahan makanan pokok. Kedua, yang bersifat bathinah bagi hati dan jiwa, berbentuk pengetahuan dan ilmu-ilmu.

Kendatipun rizki telah ditetapkan semenjak manusia berada di perut ibunya, tetapi Allah Subhanhu wa Ta’ala tidak menjelaskan secara detail. Tidak ada seorang manusia pun yang mengetahui pendapatan rizki yang akan ia peroleh pada setiap harinya, ataupun selama hidupnya. Ini semua mengandung hikmah.

Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.