Tubing Kali Suci & Air Terjun Sri Gethuk (Part 2 of 2)


tubing kalisuci

Sungai Kalisuci

Memasuki waktu subuh, sayup-sayup terdengar adzan, masih dengan setengah sadar, “Alhamdulillah, masih bisa denger suara adzan, meskipun nginep di hotel daerah “merah”.. Nggak kayak di Bali, beneran 24 jam nggak bisa denger adzan” (gubraaaak,, padahal itu masih setengah sadar loh !!!).

Yeah, wellcome back, memasuki hari ke-2, Sabtu, 13 Oktober 2012, kisahpun berlanjut (lanjutan postingan Jogja & Segala Pesonanya – Part 1 of 2).

Tau nggak, suara lain apa yang terdengar selain suara adzan? Apalagi kalau bukan suara mendengkur, bukan dari partner tidur (alhamdulillah, kaum hawa nggak ada yang “ngorok”), tapi dari suara kamar sebelah, kaum adam, para booosss… (set dah.. T_T”).

Oke, kita lewati bagian bangun tidur hingga sarapan dan siap-siap berangkat. Jam sudah menunjukkan pukul 8.30, dan kita baru mulai meluncur ke lokasi, tujuan wisata, tapi sebelumnya, cari sarapan dulu ya, nasi gudeg, hehe.. ajiiibbb… Harusnya, menurut jadwal yang sudah ditetapkan sidang isbat kemarin, hari ini kita sudah harus meluncur ke lokasi maksimal jam 7 pagi, tapi apa dikata, gara-gara kaum adam baru pulang ke hotel sekitar jam 1.30 pagi, alhasil bangunnya pun pada molor, sungguh terlalu.. (kau yang berjanji, kau yang memungkiri,, halah.. malah ndangdutan, ckckckckc…).

Baca entri selengkapnya »

Jogja & Segala Pesonanya (Part 1 Of 2)


malioboro

Jalan Malioboro, Jogja

Jogja oh Jogja, pesonamu ternyata memang luar biasa. Kali ini edisi travelling akan diisi mengenai eksotisme kota Jogja, selamat membaca..

Jum’at, 12 Oktober 2012, hari yang dinantipun tiba (padahal gak usah dinanti, juga pasti bakalan nyampek tuh hari, cuman masalahnya yang menunggu masih hidup apa nggak,, jreng jreeenggg..  T_T”). Hari itu, bukan tanggal merah, juga bukan hari cuti bersama, alias masih hari kerja, jadwal keberangkatan ke sana pun, juga masih dalam jam kerja, (nah loh… mangkir kerja nih ceritanya??). Oke, masalah kantor cukup dibahas sampai disini saja (haha,, takut ketahuan ya konspirasinya.. ).

Kembali ke masa 1 minggu lalu. Kenapa? Karena hanya dalam 1 minggu kita membuat perencanaan untuk perjalanan “musafir” ini (musafir?? Iya, musafir backpacker maksudnya, hehe.. :D). 1 minggu adalah waktu yang sangat singkat bagi karyawan super sibuk seperti saya (belagu’ luh..!!!), eh iya, suwerrrr… bekerja di perusahaan swasta dengan waktu kerja 5-6 hari seminggu dengan jadwal yang super padet, masih harus sempat ngurusin soal tujuan wisata, cari & booking hotel, pesen tiket pergi, rencana pulang mau naik apa, menu makan, beli oleh-oleh dan sewa mobil, hingga biaya overhead & limitation cost (2 istilah terakhir gak usah dipikir, bahasanya terlalu marketing, saya aja nggak mudeng-mudeng kok..). Semuanya dilakukan disela-sela waktu kerja, yang ternyata sangat “diridhoi” oleh si bos, ya secara, dia yang paling punya niat besar buat pergi. Alhasil, rencana yang bagaikan 2 sisi mata uang itu (1 sisi gosong, 1 sisi setengah matang) pun harus juga dilaksanakan pada saat tanggal mainnya. We’ll see, what’s happen next

Baca entri selengkapnya »

%d blogger menyukai ini: