Mengapa Kita Susah Khusyu’ Dalam Sholat


solatSalah satu pertanyaan yang paling mengganggu dalam hidup saya adalah seperti judul di atas. Ada beberapa versi yang menyatakan berbagai sebabnya, tapi lagi-lagi saya belum bisa memahami secara keseluruhan, maklum, agak bodho kalo soal ilmu agama. Alhamdulillah, saya temukan sebuah versi yang menurut saya, cukup lengkap, singkat dan yang paling penting adalah mudah dipahami. Ini saya ambil dari serangkaian (bersambung) status FB salah seorang ustadz terkemukan di negeri ini. Ada 11 sebab yang dikemukakan oleh beliau, beserta penjelasan singkat mengapa sholat khusyu’ itu penting untuk dilakukan. Berikut adalah yang beliau kemukakan …

Bagian Pertama

Mengapa sulit khusyu’ dalam sholat?

Karena memang belum mengenal ALLAH kecuali sebatas Tuhan, belum mengenal Sifat, Af’al & Asma-Nya. Dia yang menciptakan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, aku, tubuhku, mataku, telingaku, jantungku, istriku, anak-anakku, semua yang kulihat, semua yang kudengar, semua yang bergerak, semua yang berada di langit & di bumi. Semua dihidupkan-Nya “Al Muhyi” & semua akan dimatikan-Nya “Al Mumiitu“, semua tunduk dalam kehendak “Al Muriidu” & kekuasaan-Nya “Al Qodiiru“, Dialah yang mengatur semuanya “Ar Robbu“, Dialah yang mengusai sekaligus memiliki semuanya “Al Maaliku” (QS3:26-27).

maaliku 26-27

Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)“.”

Dia Maha Menatap “Al Bashiiru“, tahu persis hati, pikiran & lintasan pikiran kita & Dia Maha Mendengar “As Samiiu'”, mendengar gesekan daun, langkah semut & rintihan hati hamba-Nya. Lantas sadarkah kita bahwa DIA YANG SEGALA GALANYA yang kita hadapi dalam sholat selama ini? Bisakah hati & pikiran kita lari saat sholat, sementara DIA MENATAP hati pikiran kita? Kalau begitu kok bisa ma’siyat sementara DIA TERUS MENERUS MEMPERHATIKAN kita?

Bagian Kedua

Mengapa sulit khusyu’ dalam sholat? Karena belum faham bacaan, makna, hikmah, keutamaan, syarat & rukun sholat, maka jadilah “sukaaro“, sholat mabuk alias sholat tanpa rasa, tanpa pemahaman, tanpa penghayatan, tanpa keyakinan, kosong, hampa, seakan robot jasad tanpa ruh. “Alkusaala” malah terasa beban, buru buru pengen cepat selesainya, kebiasaannya menunda nunda waktunya, gerak sholatnya cepat seperti ayam mematuk. Surah & bacaan sholatpun komai kamit. Sahabatku, simaklah Kalam ALLAH ini, “…JANGANLAH KALIAN MENEGAKKAN SHOLAT, SEDANGKAN KALIAN DALAM KEADAAN MABUK, SAMPAI KALIAN BENAR BENAR FAHAM APA APA YANG KALIAN BACA DALAM SHOLAT KALIAN” (QS4:43).

an nisa 43

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub[301], terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu Telah menyentuh perempuan, Kemudian kamu tidak mendapat air, Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.”

Lihat orang mabuk, berkata berbuat tetapi tidak sadar apa yang dikatakan & apa yang diperbuat. Lihat orang sholat berdiri, bertakbir, baca ayat, ruku’, sujud, tahiyyat & salam, tetapi tidak sadar bahwa ia sedang berdiri, ruku’ sujud menghadap PENCIPTA LANGIT & BUMI… Tidak sadar bahwa ia sedang berdialog dengan PENCIPTA DIRINYA, YANG MAHA MENENTUKAN SEGALA GALANYA!

Bagian Ketiga

Mengapa sulit khusyu’ dalam sholat? Karena tidak sadar bahwa sholat itu adalah “Almuhadatsah bainal makhluqi wa Khooliqi” dialog hamba kepada Kholiqnya, “Apabila salah seorang dari kalian sholat, sebenarnya ia sedang berkomukasi dengan ALLAH” (HR Bukhori Muslim). Coba perhatikan dari adzan, panggilan waktu menghadap-Nya, yang dipanggilpun yang ber-SYAHADAT, “Asyhaaduallaa ilaaha illallah wa ashhadu anna Muhammadar Rasulullah“, yang tidak beriman tidak dipanggil, karena itulah Rasulullah mengingatkan, “Yang membedakan kita dengan orang kafir adalah sholat, maka siapa dengan SENGAJA MENINGGALKAN SHOLAT maka sungguh ia sudah BERPERANGAI seperti orang kafir“. Menutup aurat karena memang menghadap-Nya, menghadap qiblat karena memang fokus jasad ruh, hati pikiran kepada-Nya, apalagi berjamaah, jadi rapi shof, & seluruh duniapun satu arah qiblat, lalu bersuci karena memang menghadap MAHA SUCI, lalu berdiri tegap, takbir, membaca iftitah “inn wajjahtu wajhiyalilldzi fathoros samaawati wal ardho” hamba datang menghadap-MU duhai PENCIPTA LANGIT & BUMI, tunduk patuh taat padaMU… Inilah diantara komunikasi sholat yang belum difahami, lantas bagaimana khusyu’ tanpa kesadaran ini?

Bagian Keempat

Mengapa sulit khusyu’ dalam sholat? Karena sedikit dari kita yang faham bahwa dalam sholat Tatkala membaca Alfatihah terjadi dialog hamba dengan RABBnya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Barang siapa membaca surat al-Fatihah, setiap ayat yang dibaca itu langsung dijawab oleh ALLAH“, lalu Rasulullah menyampaikan ketika seorang hamba berkata, ”Segala puji bagi ALLAH, TUHAN seru sekalian alam“. ALLAH menjawab, “Hamba-KU telah memuji-KU“. Seorang hamba berkata, ”Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang“. ALLAH menjawab, “Hamba-KU memuji-KU“. Seorang hamba berkata, ”RAJA di Hari Pengadilan“. ALLAH menjawab, “Hamba-KU mengagungkan Diri-KU. Hamba-KU berserah diri kepada-KU“. Seorang hamba berkata, ”Hanya ENGKAUlah yg kami sembah, & hanya kepada-MU kami memohon pertolongan“. ALLAH menjawab, “Inilah pertengahan antara AKU & hamba-KU, & bagi hamba-KU apa yang dia minta AKU berikan“. Seorang hamba berkata, ”Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan yang telah ENGKAU anugerahkan kepada mereka, bukan mereka yang kena murka & bukan mereka yang sesat.” ALLAH menjawab, “Ini milik hamba-KU, & bagi hamba-KU apa yang dia minta AKU berikan“. (Hadist Qudsi, HR Muslim). Karena itu sahabatku, mulailah bacanya pelan-pelan dengan kesadaran & keyakinan “Thuma’ninah”, sungguh ALLAH menjawab setiap ayat yang kita baca.

Bagian Kelima

Mengapa sulit khusyu’ dalam sholat? Karena “hubbub dunya” yaitu sangat mencintai dunia, “the money is the first and the final of life, no money no happy” sehingga hati pikirannya selalu dipenuhi oleh segala sesuatu yang bersifat duniawi, duit, dolar, makan minum, keluarga, target-target bisnis, masalah-masalah, berkhayal dan sebagainya, & itulah yang diingat-ingat dalam sholat, sampai apa yg disebut oleh Rasulullah, “hatta yansa kam rok atan laka” sampai ia lupa sudah BERAPA RAKAAT IA SUDAH SHOLAT. Maka tidak heran saat sholat yang semestinya hati pikirannya fokus dalam sholat malah ingat dunia. Sahabatku, simaklah Kalam ALLAH surah Al Maa’uun ayat 4 & 5, “CELAKALAH orang-orang yang mengerjakan sholat yang HATI PIKIRANNYA LALAI kepada ALLAH”.

a'la 16

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya”.

Lalai hatinya karena dunia “ball tu’tsiruunal hayaatad dunya” (QS 87:16).

ma'un 4-5

“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.”

Karena itu sadarilah hidup kita tidak lama di dunia yang fana ini, sholatlah seakan sholat terakhir hidup, simaklah sabda Rasulullah, “Bila engkau melakukan sholat maka sholatlah kamu, seperti orang yang akan meninggalkan alam fana” (HR Ibnu Majah & Imam Ahmad).

Bagian Keenam

Mengapa sulit khusyu’ dalam sholat? Karena makan minum yang haram, baik secara zat “lizaatihi” seperti, anjing, babi, alkohol, narkoba dan sebagainya. Atau cara mencarinya dengan cara haram, “linailihi“, walaupun halal zatnya, seperti makan tempe tahu halal tetapi karena cara mencarinya dengan berdusta, menipu, sumpah palsu, terima sogokan, korupsi dan sebagainya, maka tetap haram, seakan ia makan tempe & tahu tetapi sebenarnya ia makan anjing & babi, itulah yang disebut “rijsun min amalisy syaithon“. Najis karena amalnya, atau “roddudzdzakaat” karena menolak zakat, maka hartanya bercampur dengan hak fakir miskin, kotorlah hartanya. Semuanya menjadi hijab hati & hijab hubungan kepada ALLAH, walhasil sholatnyapun tidak diterima, ALLAH “Subbuhuun” MAHA SUCI hanya menerima yang suci. Ingat komentar Rasul pada orang yang menangis tatkala berdoa, “hampir saja aku mengira doanya diijabah ALLAH, namun Jibril memberitahuku bahwa orang itu suka menipu, lantas bagaimana ALLAH menjawab si penipu, pakaian & makanannya dari hasil menzholimi orang lain?” SADARILAH saat sholat kita BERHADAPAN dengan ZAT YANG MAHA SUCI!

Bagian Ketujuh

Mengapa sulit khusyu’ dalam sholat? Karena sholatnya masih disertai “al fahsyau“, yaitu berbuat maksiat seperti berdusta, mabuk, buka aurat, berjudi, berzina, dari zina mata melihat yang porno, tangan meraba, pikiran berkhayal sampai zina kemaluan. “Adzdzunuubu kaafilatul quluubi“, dosa-dosa maksiat itu menjadi “cover” atau penutup hati. Alwaqi, guru imam Syafii’ berkata, “nurullahi la yuhda lil a’shi“, sungguh cahaya NUR HIDAYAH ALLAH tidak akan masuk pada hati yg tertutup gelap karena maksiat. Inilah kebanyakan yg terjadi pada “tukang sholat” bukan “penegak sholat”. STMJ (sholat tapi maksiat jalan), sholat rajin maksiat tekun, ritual rutinitas tanpa disertai amal yang berkuaalitas, hasilnya lagi-lagi kosong, tidak ada “atsar” atau pengaruh, ini sekaligus menjadi jawaban mengapa ada orang sholat tetapi sulit khusyu’. Ya bagaimana khusyu’ maksiat terus sich!. Imam Ghazali berkata, “Sungguh, sekali dusta sudah cukup membuat sholatnya terhijab kpd RABBnya“.

Bagian Kedelapan

Mengapa sulit khusyu’ dalam sholat? Karena sholatnya disertai “al mungkar“, berbuat zholim, menganiaya, menipu, menggunjing, memfitnah, merendahkan orang lain, menghina, memukul apalagi sampai membunuh orang lain. Ini pun menjadi HIJAB BESAR, krena ALLAH hanya menerima ibadah yang membuat hamba itu MENGHINAKAN DIRI dihadapan-Nya & yang membuat dirinya BERAHKLAK MULIA kepada MAHLUKNYA. Cukup sholat itu akan dianggap dusta kalau tidak memperhatikan yatim piatu & fakir miskin (QS 107:1-3).

ma'un 1-3

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

Cuek, masa bodoh, pelit, emangnya gue pikiran“, dan sebagainya sudah cukup dianggap pendusta sholat, pendusta agama apalagi sampai berbuat aniaya, & ini semua bukan akhlak hamba ALLAH yang sholat. Orang sholat itu belas kasih, santun, pemaaf, murah senyum, dermawan & rendah hati.

Bagian Kesembilan

Mengapa sulit khusyu’ dalam sholat? Karena “ath thobiah assayyiah” masih punya sifat tabiat buruk ,seperti sombong, diam-diam merendahkan orang lain, dengki, dendam, pemarah, buruk sangka, riya’, sum’ah, ujub, bangga diri dan sebagainya. Sehingga sholatnya tidak membawa pengaruh apa-apa, bahkan bisa jadi sholatnya menjadi fitnah karena ia melakukan bukan karena ALLAH, tetapi “yurounnaas” atau riya’, karena ingin pujian & perhatian manusia (QS 107:6).

ma'un 6

“Orang-orang yang berbuat riya.”

Atau diam-diam saat sholat karena diangkat sebagai imam / pandai ilmu / bacaannya sangat bagus / karena rajinnya sholat ia bangga diri. Dalam hatinya, “tidak ada org lebih pantas menjadi imam selain aku“, “tidak ada orang sealim aku di musholla ini“, “tidak ada suara sebagus bacaanku“, dan seterusnya. Inilah yang disebut ujub, “innama yataqobbALLAH minal mutawadhiin” ALLAH hanya menerima hamba yang benar-benar lurus niatnya disertai penuh kerendahan diri dihadapan-Nya, SUBHANALLAH.

Bagian Kesepuluh

Mengapa sulit khusyu’ dalam sholat? Karena “ghoirul isti’daadi“, yaitu tidak mempersiapkan diri secara maksimal menghadap ALLAH. Seperti pakaian kurang bersih, kurang rapi padahal ada pakaian bersih & rapi, mukena yang bau apek / badan yang masih kotor padahal masih bisa membersihkan, / tempat ibadah kurang bersih, / dengan sengaja mengulur-ulur waktu sholat. Imam Ghazali berkata, “Siapa dengan sengaja mengulur waktu sholat tanpa alasan yang dibenarkan Syar’i maka sungguh setengah kekhusyuan telah hilang dari sholatnya“. Berarti orang yang memperhatikan sholat diawal waktu itu sungguh telah meraih setengah kekhusyuan. Kemudian membiarkan diri tidak faham sholat dengan tidak mau meningkatkannya untuk belajar, akhirnya sholat hanya sekedarnya saja, maka hasilnyapun sekedar-sekedarnya saja, tidak heran sholatnya tidak berpengaruh dalam kesehariannya. Sahabatku, tentu beda hasilnya mereka yang sungguh-sungguh belajar & mempersiapkan diri untuk sholat dengan yang sekedar-sekedarnya saja / malas sholat, sahabatku.

Bagian Kesebelas

Mengapa sulit khusyu’ dalam sholat? Karena “hubbul mubaahah wal karoohah“, membiasakan bersenang-senang dengan yang mubah & yang makruh. Seperti berlama lama nongkrong di depan TV, berlama-lama nonton film, berlama-lama dengar musik. Asyik dengan hobi, seperti berjam-jam main FB, catur, mancing, banyak bicara yang tidak perlu, kuat sekali merokoknya bahkan sudah nyandu, makan terlalu kenyang, terlalu bnyak bercanda & tertawa, terlalu lama tidur dan sebagainya. Hal-hal inilah yang membuat hati lupa & lalai pada ALLAH, kalau dibiarkan terus, hati keras maka semakin sulit merasakan kekhusyuan. Cobalah sahabatku, 3 hari saja tidak menonton TV, sibukkan diri dengan khatam Alqur’an, tidak bicara kecuali yang penting dengan tetap menjaga kesantunan, niscaya akan merasakan SUASANA BERBEDA, lebih nikmat beribadah, karena kekhusyuan itu berangkat dari hati yang lembut, bersih & terjaga. “Sungguh beruntunglah org2 beriman yg selalu menjaga KESUCIAN HATInya dg ZIKIR & SHOLAT“ (QS 87:14-15), subhanallah.

a'la 14-15

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang”.

Subhanallah, luar biasa kan? Waktu pertama kali membaca, saya hanya bisa melongo, dan berkata sendiri, “Ooo.. pantesan,, bener juga ya,, iya bener nih… ckckckckck… jadi begitu toh..”. Terjawab sudah, kenapa orang yang sholat kelakuannya masih saja bejat, kenapa mudah sekali pikiran melayang-layang kesana kemari ketika sholat, teringat segala macam hal waktu sholat, dan mengapa ilmu yang dicabut oleh Allah pertama kali dari umat ini adalah khusyu’.

Rasulullah telah memberitakan bahwa pertama kali yang akan dicabut pada umat ini adalah khusyu’. Sebagaimana Rasulullah bersabda: “Pertama kali yang akan dicabut pada umat ini adalah khusyu’ sampai engkau tidak akan melihat lagi ada orang yang khusyu’.” (H.R Ath Thabrani dalam Al Kabir, dari sahabat Abu Dzar yang dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani).

Nah, kalau sudah tau apa penyebab penyakitnya, maka kita akan lebih mudah untuk mencari tahu cara menanganinya, apa saja obatnya, apa yang harus dilakukan. Apakah tidak ingin, sekali saja seumur hidup bisa merasakan nikmatnya sholat, bisa benar-benar khusyu’ dalam sholat, bisa benar-benar merasa seperti berbincang-bincang dengan Allah ta’ala? Jadi sholat tidak hanya sekedar ritual gerakan, atau penggugur kewajiban belaka, tapi sholat juga bisa benar-benar menjadi fondasi akhlak kita, karena jika baik sholat seseorang, maka baik jugalah akhlaknya…

Semoga kita masih diberi kesempatan dan kekuatan untuk bisa mengamalkan dan merasakan sholat yang sesungguhnya, Insyaallah, aamiin…

NB : Dirangkum & diedit seperlunya dari laman FB UAI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: