Hati-Hati Terhadap Info Lowongan Kerja


penipuan

Awas Penipuan !!!

Masih berhubungan dengan postingan yang lalu (Link Situs Penyedia Lowongan Pekerjaan), bisa dilihat bahwa situs-situs tersebut diambil dan tersedia secara bebas dari berbagai sumber di internet, sehingga potensi adanya penipuan/informasi yang menyesatkan sangatlah besar. Oleh karena itu, diperlukan ekstra kehati-hatian dan ketelitian dalam mengecek dan menelusuri kebenaran dari informasi tersebut (kayak detektif aja lu :D). Memang akan membutuhkan lebih banyak waktu berinternet untuk mengecek kabsahan informasi tersebut. Anda bisa cek di berbagai mesin pencari, nanti infonya bisa datang dari bermacam-macam situs, baik forum, blog, milis, dsb. Kalau memang lowongan tersebut berbau penipuan, kemungkinan besar akan ramai dibicarakan di beberapa forum/milis.

Berikut adalah beberapa langkah antisipasi yang perlu diambil sebelum anda memutuskan untuk mengirim lamaran ke perusahaan tersebut :

1. Cek nama perusahaan, alamat beserta bidang usahanya.

Apakah sama dengan yang dipasang di iklan loker. Syukur-syukur kalau perusahaan tersebut punya website sendiri, jadi kita bisa lihat lebih banyak mengenai profil perusahaan, dan tentu saja hal ini lebih memantapkan hati kita bahwa perusahaan tersebut benar-benar ada dan memang sedang membuka loker.

Pastikan juga bahwa nama dan alamat perusahaan memang benar-benar sama, sebab bisa saja perusahaan lain memiliki nama dan alamat perusahaan yang hampir sama, bisa-bisa anda salah kirim lamaran (nah loh… @_@”).

2. Cek nama contact person (CP/UP) atau alamat email tujuan lamaran.

Hal ini untuk mengantisipasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang bisa memiliki data-data pribadi anda. Bisa saja mereka menggunakan nama perusahaan terkemuka/paling tidak perusahaan yang benar-benar ada, tapi perusahaan tersebut tidaklah sedang membuka loker, tujuan pengiriman lamaran bukan ke alamat email maupun CP/UP resmi. O iya, tentu saja ini dapat dilakukan pengecekan melalui internet, daripada cari bolak balik di halaman yellow pages, bakalan nggak kelar-kelar.

3. Maksud dari posisi yang dilamar.

Masalah inilah yang sering kali menjadi rancu dan sering menjadi pertanyaan. Sebelum melamar, paling tidak kita sudah tahu apa garis besar dari pekerjaan yang dilakukan di posisi tersebut, atau istilahnya adalah jobdesc. Sebab masih ada saja info loker yang tidak menyertakan jobdesc pada setiap posisi yang sedang dicari.

Contoh yang paling sering bikin bingung adalah lowongan dari perusahaan foreign exchange (forex) atau yang sejenis (bergerak dalam bidang pertukaran mata uang asing). Dikarenakan untuk mencari karyawan marketing sangat susah (kenapa susah? Ya iayalah, soalnya mereka harus cari investor dengan dana yang tidak sedikit, minimal sih katanya 100 juta, bahkan ada yang lebih), maka untuk memasang info loker untuk bagian marketing, namanya jadi aneh-aneh, padahal intinya sama, yaitu marketing. Hal ini tidak saja berlaku untuk jenis perusahaan tersebut, tapi juga perusahaan lain dengan posisi yang hampir sama.

4. Khusus untuk iklan di koran, ada beberapa hal yang perlu dicermati.

Dulu sewaktu kuliah diploma, dosen saya pernah bilang (yang kurang lebih), kalau mau cari lamaran dari koran, lihat-lihat ukuran iklannya, semakin besar ukurannya, berarti semakin besar perusahaan tersebut (bisa skala nasional, multinasional, asing/PMA). Bisa dibayangkan bagaimana bila info loker itu ditempatkan di iklan baris, dimana infonya tidak cukup jelas dan keterangannya cuman ala kadarnya saja, membuatnya menjadi rawan penipuan alias perusahaan abal-abal.

5. Jangan cepat percaya iming-iming.

Ada saja pemasang iklan loker yang mengiming-iming bonus, insentif, komisi, gaji besar, posisi tinggi, cepat naik jabatan, dsb. Untuk beberapa posisi memang memiliki porsi seperti itu, seperti sales dan marketing. Misalnya saja di bank, untuk posisi sales & marketing, tentu saja fasilitas-fasilitas tersebut sudah pasti akan mereka dapatkan, sudah otomatis, nggak usah dijelaskan panjang lebar (kali lebar sama dengan lega.. haha,, :))) dengan gembar gembor iming-iming seperti itu. Cuman disini yang perlu digaris bawahi adalah bagaimana cara kerjanya supaya bisa mendapatkan kelebihan tersebut secara maksimal, jadi bukan serta merta bakalan cepat dapat uang banyak dan cepat naik pangkat. Jangan mudah tergiur ya, harus ditelaah dengan logika dulu, masuk akal gak.

6. Perhatikan lokasi penempatan kerja.

Bisa jadi tempat pengiriman lamaran akan berbeda dengan lokasi penempatan kerja maupun lokasi diadakannya tes. Ini juga perlu jadi pertimbangan serius, anda bisa cek langsung ke alamat yang bersangkutan, melihat langsung bagaimana kondisi kantornya, lokasinya, mengukur jarak perjalanan anda, arus lalu lintas, dsb. Intinya seperti melakukan survey. Hal ini hanya bisa dilakukan jika lokasinya dekat dengan tempat tinggal anda. Lain lagi halnya jika berada di luar kota, harus diperhitungkan dari lebih banyak sisi jika memang nantinya diputuskan bekerja di tempat rantau. Bisa jadi ditempatkan secara permanen, training beberapa bulan, atau harus sering bolak balik kesana, tergantung jobdesc-nya.

Jangan mengirimkan lamaran jika jelas-jelas disana ditulis akan di tempatkan di luar kota bila anda tidak ingin meninggalkan kota tempat tinggal anda, sebab jika perusahaan sampai memanggil anda (untuk test/interview), dan anda tidak bisa memenuhinya dengan alasan tidak mau bila di tempatkan di luar kota, maka bisa-bisa anda masuk blacklist perusahaan tersebut, karena dianggap anda tidak serius/main-main/terkesan meremehkan. Maka jika lain kali anda melamar di perusahaan yang sama tersebut, meskipun semua syarat telah terpenuhi, akan ada kemungkinan besar anda ditolak.

7. Jangan pernah mau membayar untuk lowongan di posisi & perusahaan manapun.

Ini adalah ciri-ciri utama penipuan. Masih ingat kasus penipuan penerimaan CPNS? Sang oknum meminta bayaran yang cukup wah kepada para calon korbannya, dengan janji pasti akan lolos tes dan diterima jadi CPNS. Sama halnya dengan perusahaan swasta maupun BUMN. Pokoknya, bila anda diminta membayar, 99,99% itu pasti adalah penipuan, kecuali kalau pakai konsep nepotisme, itu lain lagi ceritanya. Setahu saya, selama ini, semua proses rekruitment di segala jenis perusahaan itu adalah gratis, entah itu swasta, BUMN maupun CPNS. Kecuali biaya transport (misal anda ada tes/wawancara di luar kota/pulau), maka itu adalah tanggungan anda, beserta biaya akomodasi lainnya.

Ya daripada nanti menyesal, merasa tertipu karena informasi yang anda terima kurang akurat, lebih baik anda luangkan sedikit waktu untuk menganalisis dan menimbang secara logika benar/tidaknya. Sekalian Anda bisa mempelajari sedikit mengenai profil perusahaan, bidang usaha, visi misi, budaya kerja, bahkan mungkin bisa memprediksi kelangsungan hidup Anda jika kelak bekerja di perusahaan tersebut. Hitung-hitung juga sebagai bekal untuk wawancara, kan lumayan. Jangan sungkan juga untuk konsultasi ke orang-orang terdekat (keluarga, ortu, teman, dsb), maupun forum-forum, agar lebih mematangkan informasi yang diperoleh (supaya bisa lebih mantap lah, hehe.. :D).

Tetap semangat mencari pekerjaan impian, jangan lupa minta doa orang-orang tercinta dan tawakkal, Insyaallah, semoga mendapatkan yang terbaik, aamiiin…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: