Hidup Adalah …


life is short

Life Is …

Hidup memang satu kali (kecuali beberapa orang yang konon katanya bisa hidup dan mati sampai berkali-kali,, bukan orang, kucing kalee, nyawanya kan ada 9, hehe.. :D), karena itu ia terlalu berharga untuk dibiarkan berlalu begitu saja tanpa tujuan dan cita-cita. Setiap orang yang berakal, pasti punya tujuan dalam hidupnya, dengan berbekal berbagai ilmu serta motivasi dan mimpi untuk mendorongnya mencapai tujuan hidupnya tersebut.

Tujuan hidup sangat erat kaitannya dengan makna hidup itu sendiri. Saya bukan seorang ahli agama, ilmuwan, filsafat, negarawan atau sejarahwan yang bisa mendifinisikan apa itu hidup sebenarnya. Tapi masing-masing diri kita sendirilah yang bisa mendefinisikan apa arti dan tujuan hidup kita ini, atau malah kita tertipu dan terbuai karenanya.

Bagi orang-orang yang memiliki iman (entah dari agama apapun), hidup selalu ada 2, yaitu di dunia ini dan di akhirat nanti. Siapapun tahu, kita hidup di dunia ini untuk mencari bekal untuk kehidupan di akhirat nanti. Tapi sayangnya, tidak semua orang mengerti dan paham akan makna kehidupan sesungguhnya di dunia ini (emang gua tau?? Hihi,, kagak juga sih :D).

Sebagai seorang muslim, seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an, bahwa manusia hidup untuk beribadah kepadaNya.

dzariyat 56

dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku“. (QS. Adz-Zariyat 56)

Bagi saya, jelas itu adalah tujuan hidup. Sedangkan alat untuk menuju kesana ada bermacam-macam, mulai dari pekerjaan, keluarga, teman, lingkungan, kekuasaan, harta, jabatan dan sebagainya. Bagaimana dengan surga dan akhirat, bukankah itu adalah tujuan akhir semua orang? Bukan, itu adalah hasil setelah kita mencapai tujuan hidup kita tadi, yang secara otomatis pasti akan kita dapatkan (berakhir di surga / neraka). Bagaimana kita bisa menikmati hasil yang baik bila tujuannya saja tidak tepat sasaran? Ibarat orang mau ke mall untuk berbelanja, bagaimana ia bisa belanja kalo yang dituju ternyata balai RW? (ya mungkin disitu lagi ada bazar rakyat yang menjual berbagai macam barang kebutuhan, hehe.. :D) Bukankah sangat jauh dari harapan…

Kita bekerja, lalu berpenghasilan, maka itulah yang digunakan untuk beribadah kepada-Nya, baik dengan sedekah, infaq, zakat, amal jariyah, dsb. Bukan bekerja dengan penghasilan yang setinggi-tingginya yang menjadi tujuan hidup kita, yang kemudian malah terjebak dalam berbagai penyakit hati, seperti kikir, sombong, ujub, riya’, dsb. Pun demikian halnya dengan keluarga, teman dan lingkungan, semuanya hanya alat belaka.

Dan karena hal-hal tersebut adalah alat, maka ia bisa berbalik menyerang kita, menjadi senjata makan tuan, itu bisa saja terjadi bila kita tidak berhati-hati menjaga alat yang Allah amanahkan kepada kita. Pekerjaannya menjadi koruptor, keluarganya bukan yang sakinah mawadah marohmah, teman-temannya memberikan pengaruh buruk, lingkungannya tidak sehat, dan sebagainya, yang pada akhirnya membawa kita jauh dari beribadah kepada-Nya (sebagai tujuan hidup kita awalnya tadi).

Hidup adalah untuk beribadah kepadaNya, dan untuk mencapai hal tersebut, harus dilalu beberapa hal berikut :

  1. Hidup adalah pilihan.
  2. Hidup adalah perjuangan.
  3. Hidup adalah pengorbanan.
  4. Hidup adalah tentang mencapai tujuan.

Hidup Adalah Pilihan

Dalam hidup, pasti akan selalu ada pilihan, apapun itu. Jika ada orang yang berkata, “ya mau bagaimana lagi, tidak ada pilihan selain ini”, itu hanya alasan pembenaran saja baginya untuk mendukung keputusannya. Kenapa hidup selalu pasti ada pilihan di dalamnya? Sebab Tuhan selalu menciptakan segala sesuatunya itu dengan berpasang-pasangan, jadi minimal kita selalu punya 2 pilihan. Lagipula, namanya juga hidup, kita masih bisa “ngapa-ngapain”, beda kalo udah meninggal, kita udah gak bisa ngapa-ngapain lagi, tinggal panen doang.

Hidup Adalah Perjuangan

Setelah kita memilih sesuatu dalam hidup, maka selanjutnya adalah kita harus memperjuangkan pilihan tersebut. Terang saja kita harus berjuang, kan kita sendiri yang pilih, maka kitapun harus bertanggung jawab terhadapnya. Bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan pilihan yang kita inginkan bila tanpa perjuangan? (mungkin aja dong, walopun kecil, tapi kemungkinan tetap ada cuy,, hehe.. :D) Contoh gampangnya, saat musim SPMB menjelang (eh, sekarang namanya apa’an ya? Dulu jaman saya sih begitu sebutannya), setiap calon mahasiswa pasti sudah punya perguruan tinggi favorit pilihannya beserta jurusan yang diminatinya. Untuk mendapatkannya, berbagai hal persiapan dan langkah dilakukan serta jurus-jurus jitupun diluncurkan. Semua itu adalah perjuangan untuk mendapatkan apa yang telah menjadi pilihannya tersebut. (huh,, T_T” jadi inget-inget perjuangan  jaman SMA dulu.. ).

Hidup Adalah Pengorbanan

Dalam setiap perjuangan, pastilah ada pengorbanan (nah, yang ini malah keinget kayak jaman perang dulu, penuh perjuangan gitu loh.. :D). Kata orang, nggak ada yang namanya perjuangan tanpa pengorbanan, emang bener sih. Pengorbanan adalah konsekuensi wajib yang harus disandang oleh para pejuang. Kalau soal pengorbanan, gak usah dijabarkan panjang lebar deh, semua orang juga udah tahu, bahkan semua makhluk juga pasti udah paham lah masalah ini. Contoh paling gampangnya adalah masalah cinta, beuh, kalo ini mah, pengorbanannya pasti luar biasa (haha,, mulai kumat deh alay bin lebay binti galaunya). Kalau sudah berkorban, tinggal tunggu hasilnya, bisa sesuai harapan bisa juga nggak, tergantung amal ibadah sih, hehe… (banyak-banyak istighfar deh, ntar juga berhasil sendiri, gitu kata temen, wkwkwkwkwk…).

Hidup Adalah Tentang Mencapai Tujuan

Nah, kalau sudah menentukan pilihan, memperjuangkannya, berkorban untuknya, maka itulah tujuan hidup yang ingin kita capai. Kalau bukan itu tujuannya, maka tentu kita tak akan mau repot-repot berjuang dan berkorban untuknya. Namun masalahnya adalah, apakah tujuan hidup kita sudah benar? Bila salah tujuannya, maka pilihan awal, dan segala perjuangan serta pengorbanan kita adalah sia-sia belaka. Kembali lagi ke awal tulisan, sudah benarkah tujuan hidup kita? Hidup ini nggak lama, dan kita nggak akan pernah tahu kapan meregang nyawa, renungkan dan pikirkan baik-baik tujuan hidup anda, semoga dapat mengetuk pintu hidayah-Nya, buat anda, saya dan kita semua, aamiiin.. wassalam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: