Harapan (yang Sama) Di Tahun Baru


new hope

New Hope, New Spirit (Really ???)

Jreng-jreeengggg… tak terasa sudah tahun 2012, inginnya sih pasang postingan mengenai judul tersebut pas 1 minggu setelah tahun baru, tapi apa daya, kesibukan kantor yang luar biasa akhirnya memaksa saya menyerah 7-0 telak dan lebih memilih memundurkan jadwal publish. Yah, daripada kantor ntar bangkrut, gara-gara kerja saya nggak bener, ya mending saya ngalah deh (huaduuhh,, kayak jabatannya udah direksi aja,, ckckckckck… nyadar coyyy… T_T”).

Tidak ada yang spesial di tahun baru ini selain umur yang semakin bertambah. Seperti biasa, setiap kali tahun baru datang, setiap orang pasti berharap agar di tahun ini hidupnya bisa menjadi lebih baik lagi, dari segala sisi, ritual yang klasik memang. Ada seorang teman yang bertanya, apa harapan saya di tahun yang baru ini, agak bingung sih jawabnya. Secara, saya memang menganggap tidak ada yang spesial dengan ritual tahun baru, rasanya seperti hari-hari biasa, tidak ada yang berbeda, hanya saja lebih sering mendengar tiupan terompet dan letusan kembang api, apalagi menjelang detik-detik pergantian tahun, haduuuhh.. rasanya gak tidur 2 hari, berisik banget (hmm,, mulai, malah curhat lagi, ckckckckck…).

Oke, kembali ke laptop topik semula. Banyak yang berharap agar di tahun baru ini rejeki mereka bisa lebih melimpah, urusan bisnis lancar, gaji naik, dapat pekerjaan, dapat promosi jabatan, bisa beli ini itu, punya pacar baru, nikah, punya anak, punya cucu (loh-loh,, stoooppppp !!!), hehe.. maap, kebablasan..😀. Yah, tapi begitulah garis besarnya, tidak ada yang salah dengan harapan-harapan tersebut. Tapi karena saya orangnya GJ, mungkin otaknya agak miring, jadi cara berfikirnya agak lain, otomatis harapan saya juga agak menyimpang (hih,,, serem… -_-“).

Sebenarnya simple saja, semakin bertambah tahun, semakin bertambah pula umur kita, yang artinya semakin berkuranglah jatah hidup kita di dunia ini. Di usia yang “setua” ini (aslinya masih muda sih :D), dari lahir sampai sekarang, apa saja sih yang sudah kita lakukan, sementara “sesuatu yang pasti” itu akan datang sewaktu-waktu. Saya benar-benar gak habis fikir, bagaimana seandainya bila saya tidak punya cukup “bekal” untuk “pulang kampung”? Hidup tanpa bekal ilmu dan keterampilan di dunia saja sudah susahnya bukan main, apalagi mati tanpa “bekal” di akhirat, jelas tuh alamat tujuannya.

Jadi, harapan saya di setiap tahun akan selalu sama, simple saja, yaitu bisa meningkatkan kualitas ibadah lebih baik lagi, baik secara hablum minannas maupun hablum minallah. Dengan kualitas ibadah dan akhlak yang meningkat, Insyaallah, urusan dunia juga tidak terbengkalai (ya iayalah… secara, kita masih hidup gitu loh…). Sebab saya juga sedih dan miris, melihat kenyataan bahwa kemungkaran sudah merajalela dimana-mana (efek kebanyakan nonton acara TV yang berbau kriminal pemerintah T_T”), karena sudah pada rusak akhlak dan akidahnya. Jadi, karena saya belom mampu turut serta berperan dalam memperbaiki kondisi negeri ini, ya mending saya memperbaiki diri sendiri dulu, daripada ikut-ikutan jadi rusak (sudah GJ, rusak pula, haaahhh.. apa kata duniaaaa???). Lagi-lagi ngomongin kebobrokan negara deh, bosen. Yah, saya hanya bisa berharap ada banyak orang yang memiliki harapan yang sama seperti saya (hiaaah,,, GR, emang sapa elu?), kan alangkah indahnya Indonesia dan dunia jika masyarakatnya pada punya akhlak bagus (hmm,, sekarang malah copas kata-kata ceramahnya ustadz di TV, ckckckckck…).

Tapi harapan hanya akan sekedar menjadi harapan bila tanpa ada eksekusi yang jelas. Harapannya memang simple, tapi eksekusinya jauh dari mudah. Karena itu, hidup adalah perjuangan, berjuang memenuhi harapan, mencapai tujuan. Berjuang memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak, breusaha untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya, itu semua sangatlah tidak mudah, apalagi mendekati akhir jaman seperti sekarang. Tapi, insyaallah ada kemudahan, sebab Allah jamin itu dalam hadits qudsi yang berbunyi :

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda , Allah swt berfirman : “ Aku tergantung pada persangkaan hambaKu. Dan Aku bersamanya jika ia mengingat Aku. Jika dia mengingatKu dalam hatinya, Akupun mengingatnya dalam HatiKu. Jika ia mengingatKu dalam suatu majelis, Akupun mengingatnya dalam suatu majelis yang lebih baik dari mereka. Dan jika ia mendekatiKu sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta. Dan Jika ia mendekatiKu sehasta, Aku akan mendekatinya sedepa. Dan jika ia mendekatiKu dengan berjalan, Aku akan mendekatinya dengan berlari” (HR Bukhari, Muslim , Ahmad).

Jadi kalau kita mau berusaha sungguh-sungguh mendekatkan diri kepada-Nya, Insyaallah, hal itu akan dipermudah oleh-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang diberi kesempatan dan kekuatan untuk bisa memperbaiki diri, menyiapkan bekal yang cukup dan berakhir dengan khusnul khotimah, Insyaallah, aamiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: