Ijabah Do’a


Apa yang terbayang dalam benak saudara ketika melihat / mendengar kata “Do’a”? Pastilah sederet keinginan dan permintaan dalam hidup kepada sang Maha Kaya pemilik semesta alam, Allah SWT. Bicara soal keinginan dan permintaan, takkan ada habisnya, jadi saya tidak akan membahas tentang itu. Melainkan bagaimana terijabahnya sebuah doa.

Doa, seperti tabiat manusia pada umumnya, mintanya selalu ingin agar cepat terkabul & cepat terlaksana. Kalau bisa, sebelum amin, dan cling,,, criiingg,,, apa yang diinginkan sudah terjadi atau sudah ada di depan mata, seperti dalam film khayalan.

Berikut akan disingkap secuil rahasia yang mungkin akan mengubah hidup dan cara pandang anda dalam meminta setitik kekayaan dariNya. Rahasia yang akan membuat Anda laksana raja dunia, karena apapun keinginan Anda bisa saja dikabulkan oleh-Nya, sesuatu yang sangat didambakan oleh setiap orang. Haha,, intronya lebay banget yah…😀

Ada banyak syarat dan ketentuan agar do’a kita bisa terkabul. Juga ada saat-saat dimana do’a kita bisa menjadi ma’bul. Dan ada beberapa kondisi dimana do’a tidak akan ditolak. Insyaallah saya coba bahas satu persatu disini.

Syarat dan Ketentuan

  • Tidak mengatakan “Aku Telah Berdoa, Tapi Belum Juga Dikabulkan”.
  • Tidak berdoa untuk sesuatu yang berdosa.
  • Tidak berdoa untuk memutus tali silaturahmi.
  • Selalu berdoa dan tidak putus asa.
  • Yakin sepenuhnya kepada Allah, yaitu hendaknya kita hanya meminta kepada Allah swt, tidak mempersekutukanNya dengan siapapun.
  • Hendaknya kita semakin banyak melaksanakan berbagai perintah Allah berlandaskan iman kepada-Nya, serta dengan jalan menghidupkan berbagai sunnah Rasulullah saw.
  • Hendaknya isi do’a tidak hanya mencakup urusan dunia semata, melainkan mencakup urusan dunia dan akhirat sekaligus (ingat do’a sapujagat).
  • Hendaknya do’a disampaikan dengan “merendahkan diri” dan “suara yang lembut”.
  • Hendaknya pada saat berdo’a memadukan di dalam jiwa perasaan “berharap” dan “takut”. Berharap kepada Allah swt agar do’a tersebut dikabulkanNya, dan cemas kalau-kalau do’a kita tidak dikabulkan, bahkan tidak didengarNya.
  • Khusyu’ ketika berada di hadapan Allah Ta’ala, yakni adanya kesucian hati,yaitu jangan asal mulut bergerak sementara hati melayang kesana kemari.
  • Tidak Terburu-buru / bersabar dalam berdoa, namun juga tidak berbasa-basi / bertele-tele dalam meminta.
  • Memakan rezeki yang halal.
  • Agar tidak berputus asa bila do’anya belum terkabul, dan terus mencoba.
  • Tidak berdo’a pada perkara yang dilarang / mustahil.

Saat-saat Ma’bulnya Do’a

>> Ketika ayam berkokok
“Apabila engkau mendengar ayam berkokok, maka memintalah kepada Allah, karena sesungguhnya diantara keutamaannya (ayam itu) telah melihat malaikat. Dan jika engkau mendengar suara khimar (keledai) maka memintalah perlindungan kepada Allah dari godaan setan, sesungguhnya ia (khimar) telah melihat setan” (HR. Bukhari dan Muslim).

>> Ketika sahur / sepertiga malam terakhir
Rasulullah saw bersabda :“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758).
Namun perlu dicatat, sifat ‘turun’ dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan Allah Ta’ala turun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain. Karena tentu berbeda. Yang penting kita mengimani bahwa Allah Ta’ala turun ke langit dunia, karena yang berkata demikian adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam diberi julukan Ash shadiqul Mashduq (orang jujur yang diotentikasi kebenarannya oleh Allah), tanpa perlu mempertanyakan dan membayangkan bagaimana caranya.

>> Ketika berbuka puasa
Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah saw:
‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

>> Ketika malam Lailatul Qadar
Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah rah:
“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah.”

>> Ketika adzan berkumandang
Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah saw bersabda:
“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”).

>> Di antara adzan dan iqamah
Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah saw: “Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”).

>> Ketika sedang sujud dalam shalat
Rasulullah saw: “Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482).

>> Ketika sebelum salam pada shalat wajib
Rasulullah saw bersabda: “Ada yang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah?’ Beliau bersabda: ‘Diakhir malam dan diakhir shalat wajib.’.” (HR. Tirmidzi, 3499).
Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib. Ahli fiqih masa kini, Syaikh Ibnu Utsaimin rah. a. berkata: “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau tidak? Jawabannya: tidak disyariatkan. Karena Allah Ta’ala berfirman:
“Jika engkau selesai shalat, berdzikirlah” (QS. An Nisa: 103).
Allah berfirman ‘berdzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka setelah shalat bukanlah waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 15/216).

>> Di hari Jum’at
Rasulullah saw bersabda : “Rasulullah saw menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah ra.).

>> Ketika turun hujan
“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078).

>> Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar
Sunnah ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, yaitu dikabulkannya doa diantara shalat Zhuhur dan Ashar dihari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu:
“Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘”.
Dalam riwayat lain: “Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185).

>> Ketika hari Arafah
Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

>> Ketika perang berkecamuk
Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yang berperang di jalan Allah ketika perang sedang berkecamuk, diijabah oleh Allah Ta’ala. Dalilnya adalah hadits yang sudah disebutkan di atas (sama seperti ketika adzan berkumandang).

>> Ketika meminum air Zam-zam
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502).

NB : Dikutip sebagian dari muslim.or.id. Kenapa mengutip? Sebab data yang saya tulis sendiri kurang valid hasilnya, khususnya untuk dalil-dalil pada hadits. Alhamdulillah ada artikel yang lebih baik, hehe…😀

Mengapa Do’a Kita Belum Diijabah?

Banyak dari kita yang mengeluh, kenapa do’a yang dipanjatkan setiap hari belum juga diijabah oleh Allah, kenapa? (Tanya kenapa??,,@_@;). Bukannya Allah itu pelit, bukan juga ngirit, lah kan Dia Maha Kaya, juga Maha Pengasih dan Penyayang, pastilah ada alasannya, kenapa Dia menangguhkan do’a-do’a kita, dan alasan itu ada pada diri kita sendiri. Atau dengan kata lain, kita sendirilah yang membuat do’a-do’a kita tak diijabah oleh-Nya.

Ada beberapa hal yang sekiranya yang dapat menyebabkan do’a kita belum terijabah oleh-Nya, yaitu :

  • Melanggar salah satu syarat dan ketentuan di atas.
  • Do’a anda diganti dengan pahala.
  • Do’a anda diganti dengan penghapusan dosa-dosa.
  • Do’a anda diganti dengan menjauhkan anda dari bala / bahaya, penyakit dan musibah.
  • Do’a anda diganti dengan dilancarkannya urusan anda yang lain.
  • Do’a kita diganti dengan sesuatu yang lebih baik menurut Allah.

Itu bukan menurut hemat saya loh, saya dapet dari baca-baca buku / artikel, juga denger dari pengajian-pengajian, tapi sayangnya lupa semua siapa orang-orangnya / judul buku / artikelnya, hehe… bagi saya, yang penting manfaat dan isinya.

Wajibnya Berdo’a

Ada yang bilang, orang berdo’a tuh orang yang gak ikhlas, lah kok bisa? (saya juga heran nih…). Katanya, kita ini sudah dikasih segala macem, bukankah bersyukur saja sudah cukup, kenapa musti berdo’a, kenapa musti minta lagi? Sedangkan keinginan manusia itu gak akan ada habisnya. Argumen yang simple, tapi cukup menyesatkan ternyata. Layaknya bersyukur, do’a itu juga adalah wajib, seperti pada ayat berikut :

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”.” (QS. Al-Mu’min 60)

”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.“ (QS. Al-Baqarah 186)

Doa juga merupakan sebagai bukti kalau kita ini masih butuh pada-Nya, tidak sombong kepada-Nya, tidak berdoa sama dengan sombong dan Dia membenci orang-orang yang sombong, yang mana salah satu dosa besar. Namun, tatkala doa sudah terkabulkan, janganlah menjadi orang yang lupa diri, sehingga menyebabkan tercabutnya berkah dari apa yang kita dapatkan tersebut.

Jadi, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak berdo’a setiap hari, atau bahkan setiap waktu, pantang menyerah dan terus memohon kepada-Nya. Karena apapun do’a dan amalan kita, serta bagaimanapun parahnya dosa kita (selama kita tidak menyekutukan-Nya), apapun keputusanNya, entah diijabah ataukah belum, yang jelas tak akan ada satupun amalan yang sia-sia, semua pasti ada balasannya. Yang penting, kita tetap berhusnudzon kepadaNya, tetap berusaha / ikhtiyar dan berdo’a / tawakkal, dan semuanya akan terbayarkan alias indah pada waktunya, Insyaallah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: