Cinta-Nya Takkan Pernah Bertepuk Sebelah Tangan


Ternyata, mencari cinta sejati itu tidaklah mudah. Jodoh memang sudah digariskan, tapi apalah daya manusia yang selalu mencari kehendak bebas, memang tak pernah puas. Tak jarang, kitapun sakit hati dibuatnya, bisa cinta bertepuk sebelah tangan, kasih tak sampai (kayak judul lagu, hehe…), cinta segitiga  (segi empat, segi lima, dan segi-segi lainnya…) dan hal menyakitkan lainnya. Belum lagi problem & delima yang harus dihadapi kedepannya, alias banyak rentetannya. Intinya, segala daya dan upaya alias usaha kita, tak membuahkan hasil seperti yang kita inginkan, pengorbanan kita tak sepadan dengan apa yang kita dapatkan. Ingat, cinta bukan hanya kepada sesama manusia, bisa juga cinta terhadapa harta dan tahta. Jadi bisa dibayangkan, segala bentuk rasa ketidak puasan dan sakit hati akibat si “cinta” ini, betapa luasnya.

Mencintai adalah suatu hal yang nikmat dan indah (jatuh cinta, berjuta rasanya, syalalala lala….), namun tatkala cinta tak terbalas, rasa sakit hati pun menyelimuti. Apalagi bagi yang sudah berpengalaman ditolak berkali-kali, hahaayyy… (ups…!! maaf, bukan maksud saya mentertawakan kisah cinta anda, tapi gagal adalah awal dari sebuah keberhasilan, walaupun entah kapan, tapi tetaplah berusaha, cayyoooo!!! Fiuhhh.. untung nggak jadi marah, hehe…)

Itulah sederet kekecewaan yang akan kita dapatkan kalau mencintai “makhluk” (bisa benda mati, seperti harta dan tahta, juga bisa benda hidup, seperti manusia, ya kita-kita ini loh…), penuh dengan rasa sakit hati dan segala kerugian yang harus kita tanggung & derita. Beda bila kita mencintai sang Pencipta, mencintai-Nya. Mencintai yang menciptakan “makhluk-makhluk” yang tadi kita sebutkan. Apa yang akan terjadi?

Coba tengok ayat berikut, yang memperingatkan kita dengan jelas:


Katakanlah: “jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS : At-Taubah 24).

Lantas, apakah kita tidak bisa mencintai makhluk-makkhluk-Nya? Tidak, itu tidak dilarang, bahkan kita memang dianjurkan dan diharuskan mencintai dan menyayangi makhluk-makkhluk-Nya tersebut, hanya saja kadar cintanya tidak boleh melebihi rasa cinta kita kepada-Nya. Cinta kepada-Nya adalah di atas segala-galanya, meskipun cinta itu bukan satu-satunya (karena kita juga mencintai makhluk-Nya). Cinta kita kepada makhluk-Nya harusnya hanyalah sekedarnya saja (tidak usah berlebihan), sekedar untuk memenuhi sunnatullah (aturan hidup yang berlaku untuk semesta alam), bukan sebagai yang utama. Atau dengan kata lain, kita mencintai makhluk-Nya karena-Nya, karena Allah semata.

Apa yang akan terjadi jika kita terlalu mencintai makhluk-makhluk-Nya? Sesuai perkataan ayat di atas, maka tunggulah keputusan-Nya yang siap menanti kita (tentu saja itu berupa hukuman / adzab yang pedih). Maka janganlah heran, bila kita patah hati, kehilangan harta, ditinggal mati seseorang, dan sebagainya, lalu hati kita akan terasa sangat sakit, sangat perih dan sangat sedih. Bahkan sampai menggelapkan mata hati lalu berbuat yang merusak / bahkan sampai bunuh diri, astaghfirullah, naudzu billah mindzalik, sungguh yang demikian itu telah sesat hatinya. Itu dikarenakan kita terlalu mencintai selain-Nya dan Rosul-Nya.

Bila ingin cinta kita tidak bertepuk sebelah tangan, alias sama-sama mencintai, selalu dan setiap saat, selamanya hingga akhir jaman / yang disebut cinta yang abadi, dan merasakan indah serta nikmatnya buah cinta, maka cintailah hanya Allah SWT saja dan Rasulullah SAW kekasih-Nya (aduuhh,, kayaknya nih tulisan lebay amat soal cinta, tapi nggak apa-apa, emang bener kok…). Siapa yang tidak ingin merasakan demikian? Sayapun masih jatuh bangun mengejarnya, karena naik turunnya iman, dan inkonsistensi dalam beribadah.

Tapi cinta tak sekedar kata cinta, tentu saja mengandun konsekuensi dan resiko yang harus ditanggung oleh sang pecinta. Rasa cinta kita akan diuji kadarnya oleh-Nya, untuk menentukan tingkat keimanan dan keseriusan kita. Layaknya jika kita mencintai seseorang, maka kita akan rela melakukan apapun untuknya, mengorbankan segenap jiwa, raga dan harta untuk menunjukkan keseriusan kita dalam memperoleh cintanya. Begitu juga jika kita mencintai sang khalik, maka seperti yang kita tau, jalan menuju kepada-Nya bukanlah jalan yang mudah, tapi bukan juga jalan yang teramat sulit. Tergantung seberapa besar pengorbanan kita, semanis itu pulalah rasa cinta yang kita dapatkan.


Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia, Dan meninggalkan (kehidupan) akhirat.” (QS : Al-Qiyamah 20-21)

Satu hal yang pasti, cinta kita kepada-Nya akan selalu terbalaskan, alias takkan pernah bertepuk sebelah tangan. Segala perngorbanan kita, sekecil apapun, takkan pernah menjadi sia-sia, dan akan selalu terbalaskan dengan indah. Sebab kita mencintai yang Maha Pengasih & Penyayang, Allah azza wajjala, inilah cinta yang sesungguhnya.

Saya juga masih belajar mencintai-Nya, karena faktor keimanan yang naik turun dan ke-inkonsistenan dalam beribadah. Semoga kita semua senantiasa diberi nikmat iman, sehingga bisa merasakan nikmatnya mencintai sang Khalik, dan akan terus berusaha untuk dapat dekat dengan-Nya Insya Allah, amiiin…

Satu Tanggapan to “Cinta-Nya Takkan Pernah Bertepuk Sebelah Tangan”

  1. CatatanHatiKu Says:

    Hikzz apa yang musti ane lakuiiin… :(( Hatiku ndak bisa diajak kompromi…. hiksssssss

    Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: