Nyanyian Manusia Yang Mengalahkan Firman Tuhan


Siapa yang tidak pernah mendengarkan musik / lagu, bahkan hanya untuk sekedaar mendengungkan nyanyian favoritnya. Musik sudah bukan lagi gaya hidup tertentu, tapi sudah melekat dan menjadi bagian & keseharian hidup manusia. Bahkan hewan juga kini mesti disetelin musik agar dapat menciptakan kondisi tertentu yang dapat memperbaiki kondisi mental hewan tersebut untuk membantu meningkatkan produksi susu / telur yang lebih baik.

Saat kita senang, sedih, susah, atau apapun perasaannya, kita merasakannya sambil dengerin lagu yang sesuai dengan suasana hati kita. Dan ada aja lagu yang cocok sesuai mood (kok bisa ya?). Nggak hanya para pendengar, bahkan para musisinyapun justru menciptakan lagu yang sesuai dengan isi / suasana hati mereka saat itu.

Tidak hanya itu, musik / lagu tersebut bisa membuat kita terhanyut akan masa lalu. Istilahnya lagu kenangan (tembang kenangan kalee…). Bisa bikin kita tersenyum, sedih, jengkel, tertawa bahkan menangis. Bisa dilihat betapa hebatnya pesona mistik dibalik sebuah lagu (bahkan katanya ada yang sampek kesurupan loh…. bokis banget deh…).

Bagi umat Nasrani, musik dan lagu adalah bagian dari ibadah (bener nggak ya? Ya maap kalo salah), juga bagi beberapa agama / kepercayaan lainnya. Bahkan untuk berbagai ritual, ada mantra yang berupa lagu (bener juga nggak ya?).

Tak ketinggalan juga, umat Islam juga mengikuti jejak ini, tak mau disebut ketinggalan jaman. Maka tercipatalah lagu rohani yang disebut nasyid. Katanya, lagu-lagu tersebut bisa membawa umatnya mengingat Tuhannya, bener nggak tuh? Lihat saja betapa larisnya lagu-lagu dari berbagai band / grup musik / penyanyi solo yang merilis album bertema religi saat Ramadhan menjelang.

Sadarkah Anda wahai saudaraku umat muslim, pada apa yang sedang terjadi? Pada apa yang sedang Anda dengarkan? (musik / lagu maksudnya). Apa efeknya ketika Anda sering terbuai dan lupa daratan dengan alunannya? Apa yang terjadi pada hati dan pikiran Anda? Apa yang Anda rasakan ketika Anda sedang terhipnotis oleh kata-kata puitis dan indah serta alunan musik dari lagu yang Anda dengarkan?

Perhatikan, ini yang akan / telah terjadi pada diri Anda dengan / tanpa Anda sadari :
1. Apapun perasaan Anda, / apapun yang Anda alami, Anda lebih suka mendengarkan lagu yang sesuai dengan mood / perasaan Anda saat itu. Dan itu membuat Anda merasa nyaman dan sedikit lebih baik, / bahkan jauh lebih baik. Tapi ketahuilah, bahwa itu hanyalah bersifat sementara saja, hanya sesaat.
2. Anda akan mencari pembenaran dari perasaan Anda terhadap lagu tersebut / sebaliknya (memaksa mencocokkan lirik lagu dengan perasaan Anda, sehingga serasa hidup Anda adalah seperti yang diceritakan dilagu tersebut).
3. Ketika Anda benar-benar terbuai olehnya, maka apa yang seharusnya bisa menjadi ladang ibadah, malah menjadi sesuatu yang mudharat (sia-sia) untuk dilakukan. Misalnya, saat sedih, bukannya sholat / berdo’a meminta ketenangan hati, malah nangis nggak jelas sambil ndengerin lagu melo / cengeng. Atau saat sedang senang, bukannya bersyukur malah ndengerin musik sambil jingkrak-jingkrak nggak karuan (berisik, bikin ribut aja…!!!).
4. Saat Anda mendengarkan lagu religi, sesaat Anda terhenyak teringat akan sang Pencipta dengan segala kuasa dan kebesaran serta makhluk cipataan-Nya. Lantas, apakah itu dapat membuat kualitas ibadah Anda meningkat? Dapatkah itu membuat Anda beramal lebih banyak dari biasanya? Bisakah ia mencegah Anda dari berbuat maksiat / kemungkaran? Ataukah menjadikan Anda pribadi yang lebih baik dalam banyak hal? Mungkin saja, tapi seberapa besar? Dan bila ya, maka tidak semua orang bisa begitu (bisa mendapatkan manfaatnya). Apa yang Anda lakukan adalah sekedar teringat akan-Nya sesaat secara instan, lalu lupa begitu saja saat lagunya sudah habis / diganti. Dan Anda tidak tahu bahwa sebenarnya lagu itu hanyalah lapisan terluar dari jalan Anda menuju mengingat kepada-Nya. Sehingga Anda lebih suka mendengarkan lagu-lagu tersebut lagi dan lagi daripada membaca langsung dari sumbernya yang terpercaya (Al-Qur’an dan hadits). Saya analogikan seperti Windows (tahukan MS. Windows?), kita selalu dimudahkan untuk hanya klak-klik setiap fungsi yang ingin kita gunakan, membuat kita tidak pernah tahu bagaimana cara kerjanya sehingga bisa seperti itu, karena memang Windows menyembunyikan cara kerjanya. Dengan kata lain mereka membodohi kita dengan mumudahkan kinerja kita. Jalan pintas yang cepat dan sangat membantu itu ternyata menjerumuskan kita ke dalam perangkap mereka, agar tidak menggunakan sistem operasi (SO) lain. Makannya masih banyak orang yang tingkat ketergantungannya terhadap SO ini yang tinggi, sehingga keuntungan mereka dari software ini luar biasa besar (termasuk denda dari bajakannya, karena saking tergantungya). (loh… kok ngomongin masalah IT sih? Stooooppp…. kembali ke topik!!! Lagian juga apa hubungannya ya? Nggak nyambung deh perasaan…:D).

Perhatikan, rasakan, dan pikirkan baik-baik secara agak mendalam. Apakah Anda mengalami salah satu dari yang saya tulis di atas? Jika tidak, beruntunglah Anda, belum tercemar, dan saya akui salah dan maaf. Ataukah Anda terlalu keras hati untuk mengakuinya?

Apa jadinya ketika anda lebih suka bernyanyi / mendengarkan musik / lagu yang Anda rasa lebih bisa menenangkan / pas di hati Anda, daripada membaca hadits dan / tafsir / terjemahan Al-Qur’an / buku-buku islami yang benar-benar bisa memecahkan masalah dan menenangkan hati Anda?

Apakah Anda lebih percaya nyanyian suara manusia yang memabukkan dan kadang menyesatkan daripada yakin terhadap janji Tuhan yang Maha Pasti dan menepati janji? Coba renungkan, apakah selama ini Anda melakukannya? Ingat, jurang batas antara kesyirikan dan iman lebih tipis daripada lapisan udara !!!

Seperti yang disampaikan oleh ayat berikut :

Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.” (QS Yasin: 69)

Waspadalah… waspadalah… waspadalah…. ahahahahhahhhhh……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: