Keinginan Terpendam Dibalik Sebuah Cerita


Anda penggemar novel / komik? Kenapa Anda menyukainya? Berbagai macam alasannya (banyak deh kalo disebutin satu-satu). Mungkin pertanyaan yang sering Anda lontarkan adalah, “Kok bisa ya dia buat jalan cerita / ide cerita yang seperti ini?”. Tentu saja bisa. Mereka orang-orang yang cerdas, pandai, berimajenasi tinggi, memiliki integritas, berpengalaman, berkemauan keras, punya dukungan dan koneksi, dan sebagainya.

Tapi pernahkah Anda bertanya, “Apa sih maksudnya dia membuat cerita seperti ini?”. Tentang super hero, masa depan, percintaan, horor, dan lainnya. Bisakah pernyataan ini, “Aku bermimpi ingin bisa menjadi …”, menjawab pertanyaan yang di atas? Tak mungkin mereka mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati hingga menjadi suatu karya seni yang indah dan hebat (bagi yang menyukainya) bila mereka tidak menyukai dan menginginkannya.

Jika mereka tidak bisa menjadi seseorang yang mereka inginkan / impikan dalam kenyataan hidup mereka, maka mereka akan menuangkan mimpi dan keinginan tersebut dalam sebuah transformasi / bentuk dimana mereka bisa dengan bebas menjadi apapun dan dimanapun yang mereka inginkan. Seperti hidup dalam dua dunia. Yang satu dunia nyata, yang lainnya dunia dimana dia hidup di dalam mimpinya.

Mereka yang membuat komik super hero, pastilah ingin menjadi pahlawan super. Namun apa daya, kenyataan membuat mereka sadar itu adalah hal yang mustahil dilakukan. Maka untuk menyalurkan imajenasi mereka, dibuatlah komik tersebut. Dan mereka bisa melakukan apa saja di dalamnya.

Sekarang, dunia tulis-menulis untuk menumpahkan kreasi menjadi lebih nyata, luas dan lebih gila dengan adanya teknologi perfilman. Apapun dulu yang tampaknya mustahil untuk divisualisasikan, kini tampak sangat nyata seperti dalam kehidupan yang sebenarnya. Maka semakin menggilalah mimpi mereka. Hasrat untuk mewujudkan “mimpi” untuk menjadi kenyataan kini dapat terpenuhi.

Namun tak disangkal, kehebatan & kejeniusan sang pengarang memang mampu menghipnotis sebagian besar orang lewat cerita-ceritanya. Karena kamipun juga memiliki mimpi yang serupa. Sayangnya, kisah mimpi mereka itu bukanlah sekedar fantasi biasa, namun juga memiliki efek samping yang destruktif. Apalagi bila kisah fiksi bercampur fakta dan science, hal ini mampu menciptakan propaganda yang dapat meracuni pemikiran masyarakat. Maka jangan heran, bila kehidupan seseorang dipengaruhi oleh warna cerita dari hal-hal yang suka dibaca / ditontonnya. Dan hal ini tentu sangat sulit untuk dibendung, mengingat semakin majunya dunia teknologi dalam mengakses informasi.

Jadi, kalau Anda bertemu / berteman / berkenalan dengan seorang komikus, penulis (novelis / pengarang / narator) / bahkan sutradara, Anda bisa mengetahui seperti apa mimpi terpendam mereka, setinggi apa imajenasi & khayalan mereka. Dari situlah dapat diketahui karakteristik dan sifat mereka. Disitulah Anda bisa melihat hal paling jujur dari mereka, dan mereka tak bisa menyembunyikannya, karena dari mimpi itulah mereka bisa terus berkarya, bertahan dan menjalani hidup ini.

Benarkah demikian?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: