Indahnya Mimpi Yang Bahagia


Sebagian besar dari diri kita menginginkan hidup dalam mimpi. Mimpi yang indah dan membahagiakan, dimana tidak ada dukacita dan kesusahan, yang ada hanya kesenangan dan keceriaan, bersama orang-orang yang kita cintai dan sayangi. Disana, kita bisa melakukan segala hal yang ingin dilakukan, mendapatkan apapun yang diinginkan, menjadi apapun yang dimau dan bersama dengan siapapun yang disukai. Benar-benar seperi hidup dalam surga, “live in the perfect life, in paradise of dreams”.

Ini bukan mimpi tentang angan-angan / cita-cita, tapi ini mengenai mimpi sebagai bunga tidur. Jika mimpi itu adalah khayalan tentang angan / cita, maka pikiran kita akan terkuras untuk memikirkan banyak hal dari berbagai aspek kehidupan, bahagianya nggak 100%. Tapi jika mimpi itu adalah bunga tidur, maka ia adalah karunia Tuhan. Kita bisa benar-benar merasakan bahagia yang plong, yang puas, yang 100% asli, tanpa memikirkan ini itu, bahkan tanpa sebab yang logis yang mungkin tidak bisa dinalar (namanya juga mimpi, bukan algoritma loh…).

Saat baru bangun tidur, masih sangat terasa sisa-sisanya (bagi yang masih ingat, kalau nggak ingat? Kasiann deh lohhhhh…. @_@;). Betapa kita merasa bahagia sekali, meskipun hanya sesaat dan meskipun terpotong ditengah jalan (mungkin dibangunin jam weker, geludug pas hujan, orang tereak-tereak, anak kecil yang nangis, dsb). Bahkan mimpi itupun bisa memberi efek / mempengaruhi mood kita di hari itu. Selama beberapa saat, kita masih teringat dan terngiang-ngiang, hingga jam kesibukan berdetak seperti rutinitas biasanya (bagi yang pengangguran, jangan bengong aja, ntar kesurupan!!! Kesurupan nyamuk / laler mulutnya…) dan akhirnya membuat kita melupakannya.

Seburuk itukan kehidupa kita di dunia nyata? Sehingga begitu hebat rasa bahagia yang kita rasakan di alam mimpi. Tentu saja orang tidak akan bisa merasakan manis kalau belum tau rasanya pahit. Semakin hebat mimpi kita, berarti pertanda betapa buruknya hidup yang kita rasa, benarkah demikian? Ingat, di atas langit masih ada langit!

Coba aja dengerin lagunya Anggun yang judulnya “Bayang-bayang ilusi”. Bukan promosi neh…, tapi mirip banget sama kisah kita yang “mengejar mimpi yang tak pasti”. Coba deh renungkan! Betapa kita udah tersesat jauh, tapi masih seneng aja. Celakanya, itulah kita, masih merasa senang & tenang walaupun sudah tersesat jauh.

Tapi, satu hal yang saya tangkap, betapa bersyukurnya saya ketika bisa mendapatkan mimpi seperti itu. Sebab, mimpi itu tidak bisa dibuat / direkayasa, jarang terjadinya, lebih sering mimpi buruknya (dikejar setan mungkin / dikejar-kejar penagih hutang / dikejar maling), dan biasanya rasanya ya biasa-biasa saja (bangun tidur langsung hilang blasss… nggak berbekas sama sekali). Tuhan masih berkenan memberi saya rasa bahagia walaupun cuman dalam mimpi yang sesaat.

Kemudian, jangan terlalu merasa terbuai oleh mimpi, banguuunnnn…. kita masih harus menjalani hidup di dunia nyata. Masih ada tanggung jawab yang harus diemban. Masih banyak masalah yang harus kita selesaikan. Masih banyak perkara yang harus diurusi. Masih banyak hal yang harus dilakukan dalam umur kita yang relatif pendek dan tak tentu ini, dalam hidup yang cuman sekali ini.

Sudahkan Anda “bangun”? Sadarkah Anda senyata apakah hidup ini? Taukah Anda berapa banyak sisa umur yang akan Anda gunakan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: