Kuliah Sambil Kerja / Kerja Sambil Kuliah ???


Setelah lulus dari sekolah tingkat menengah (SMA / SMK / STM / SMEA / MTA, dsb) dan mulai bekerja (entah itu cuman part time, freelance maupun mapan), diperoleh lah pemasukan dari hasil keringat sendiri. Cukup membanggakan memang, bisa membiayai hidup ini sendiri, meskipun terkadang sebagian dari kita yang belum seutuhnya alias masih ada beberapa aspek yang perlu bantuan operasional dari orang tua maupun sanak saudara dan kerabat. Dengan uang hasil jerih payan sendiri itulah, mulai menginjak jenjang yang lebih tinggi, melanjutkan pendidikan ke S1 / S2 / S3 / S ting-ting, hehe…. Entah itu mulai dari awal atau statusnya sebagai mahasiswa transfer atau apalah namanya, perkuliahanpun kini mulai dijalani.

Pagi hingga sore kerja, sore hingga malam kuliah atau sebaliknya. Idealnya, tak ada waktu yang terbuang sia-sia dalam menjalankan keduanya, sebab tak ada lagi waktu tersisa kecuali untuk istirahat. Bagi yang masih lajang / belum menikah, melakoni kehidupan 2 dunia (kerja & kuliah) adalah hal yang lumrah dilakukan jaman sekarang (gak tau jaman dulu), tapi bagaimana bagi yang sudah menikah / berkeluarga? Waduh,,, saya sendiri gak tau, belum merasakan sih, hehe… Tapi kata orang-orang yang sudah berpengalaman, cuman ada 1 jawabannya, yaitu pandai membagi waktu. Dengan pintar memanage waktu, maka komunikasi dan masalah lainnya Insya Allah dapat teratasi.

Kembali ke judul, pertanyaannya adalah, “Kuliah sambil kerja / kerja sambil kuliah?”…

Bagi kebanyakan orang, sangat susah membagi keduanya secara adil. Sangat susah untuk bisa berkonsentrasi & fokus kepada dua hal sekaligus. Apalagi yang sama-sama menguras energi & pikiran. Pasti ada salah satu yang harus lebih diprioritaskan, dan lainnya mengalah. Entah itu pekerjaan yang lebih diutamakan /kah kuliah?

Kalau Anda bisa kuliah adalah karena biaya dari hasil bekerja, otomatis fokus utama Anda adalah pekerjaan. Tanpa bekerja, Anda tidak bisa kuliah, karena tidak ada yang membiayai kuliah Anda. Dan jadwal kuliah haruslah mengikuti jadwal kerja. Dengan segala tanggung jawab di pekerjaan dan resiko yang juga harus ditempuh, tetap saja,  bekerja adalah sebagai yang numero uno. Bagi saya, itulah yang namanya kerja sambil kuliah. Meskipun kuliah adalah nomor 2, bukan berarti harus dikesampingkan, sebab disinilah dilema itu mulai muncul.

Pertanyaan selanjutnya adalah, jika Anda sudah bekerja secara mapan, mengapa Anda masih kuliah? Bukankah itu malah membuang-buang waktu & biaya saja? Bukankah lebih fokus ke pekerjaan akan memberikan Anda prestasi & jenjang karir yang lebih baik? Ya… tak ada yang salah dengan semua pertanyaan itu, tapi jawabannya simple saja, sebab Anda menginginkan gelar kependidikan yang lebih tinggi untuk mencapai posisi & karir yang lebih baik di perusahaan tempat Anda bekerja. Kerena title kependidikan Anda yang sebelumnya tak lagi mempan untuk menunjang kebutuhan karir Anda di masa mendatang. Benar bukan???

Bayangkan, meskipun kita memiliki kemampuan teknis yang baik, bila tanpa gelar / ijazah minimal S1, maka karir akan mandeg / paling tidak akan melambat. Perusahaan mana sekarang yang tidak memasang standard untuk calon karyawan barunya adalah minimal harus bergelar S1? Ada memang, tapi sangat sedikit sekali (terutama perusahaan skala kecil). Dan bukankah semua kalangan manajemen atas adalah orang-orang yang bergelar tinggi? Cukup strategis bukan alasannya?

Lalu, bagaimana dengan kuliah sambil kerja?

Menurut saya, kuliah sambil kerja adalah jika kita lebih fokus ke kuliah. Dimana kuliah menjadi prioritas utama. Ada / tidaknya kerja, Anda akan tetap berkuliah, karena bagi Anda, perkerjaan hanyalah sebagai sambilan. Meskipun terkadang pekerjaan membuat Anda repot, namun tak menyurutkan niat Anda untuk mengutamakan soal kuliah.

Walaupun keduanya memiliki prioritas masing-masing, tak jarang, hal yang biasanya dikesampingkan, juga terkadang menuntut perhatian lebih. Misalnya ketika diadakan ujian / tugas menumpuk, maka pekerjaanpun harus sedikit mengalah, demi suksesnya acara perkuliahan. Demikian juga bila ada beberapa masalah krusial di pekerjaan yang harus segera diselesaikan, maka untuk sementara kelaspun ditinggalkan.  Belum lagi dengan masalah pergaulan dan organisasi, semua sudah ada porsinya.

Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi, tersrah Anda mau memilih yang mana untuk melengkapi hidup ini. Semua ada resikonya. Pahamilah efeknya pada hidup Anda kedepannya, sebab, bagaimanapun rencanya & tindakan atas pilihan yang Anda ambil, Tuhan jualah yang menentukan akhir segalanya.

Tidak selamanya kita akan berkarir, juga tidak selamanya ilmu identik dengan kepemilikan gelar. Namun teruslah menuntut ilmu dan berkarya dalam mengamalkannya, hingga akhir hayat, maka hidup akan jadi lebih hidup, bermakna dan  bermanfaat dunia akhirat, Insya Allah, amiiinn …..

3 Tanggapan to “Kuliah Sambil Kerja / Kerja Sambil Kuliah ???”

  1. mif Says:

    makk,, g ada yang sulit mak, asal ada usaha, kesempatan bisa di dapat,, semangat,,

    Suka

  2. pratiwi simarmata Says:

    saya jg sedang melaksanakan kedua hal itu : kuliah sambil kerja..

    saya ingin memiliki banyak penghasilan karna saya sangat berharap dapat melanjutkan kuliah saya sampai jenjang S2,karena ibu saya hanya bisa membekali saya sampai S1.

    saya yakin saya pasti bisa……….

    Suka

    • akzir Says:

      ya cayoooo,, semangat,, dimana ada kemauan, disitu ada jalan, selama Tuhan berkehendak dan mengijinkan..
      masih lumayan anda bisa merasakan dibiayai ortu selama S1,, saya gak seberuntung itu,, tapi tetap disyukuri,, hehe.. makasih dah mau mampir..

      Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: